oleh Andy Roestam
Judul tulisan ini berupa kalimat tanya yang dilontarkan seorang Investor yang berencana membuka stasiun radio baru, ketika ia datang menemui saya. Alasannya karena ia melihat sudah begitu banyak stasiun radio yang mengkhususkan diri dalam segmen-segmen untuk pasar tertentu (misal: Radio Wanita, Radio Bisnis, Radio Pria, Radio Remaja (SMA), Radio Mahasiswa, Radio Muslim, dsb.), sehingga ia kehabisan ide mencari segmen pasar manalagi yang belum dimasuki radio lain. Lalu saya kembalikan pertanyaannya dengan pertanyaan lagi, "Apakah anda sudah yakin, bahwa kalau radio tersebut men-claim diri sebagai Radio Bisnis maka artinya jumlah pebisnis yang mendengarkan radio itu lebih banyak dari radio yang tidak men-claim dirinya sebagai Radio Bisnis?". Lalu saya sodorkan pula bukti lain, menurut data sebuah survey bahwa jumlah radio yang menkhususkan dirinya hanya dalam siaran Agama Islam, ternyata jumlah muslimin yang mendengarkan radio tersebut kalah jauh dengan jumlah muslimin yang mendengarkan radio yang menkhususkan diri dalam siaran Berita saja. Mendengar tanggapan saya dan setelah melihat fakta tersebut si Investor pun terpana dengan wajah penuh tanda tanya.
Pembaca majalah memiliki Seleksi Awal
Apabila anda seorang pria masuk ke sebuah kios majalah, apakah kira-kira anda akan membeli majalah "Femina"? Tentu saja tidak. Itulah yang dimaksud dengan seleksi awal. Sebelum membeli majalah, si calon pembeli sudah melakukan seleksi awal dengan matanya melihat cover atau nama majalah. Tidak demikian dengan pendengar radio. Ketika anda (pria) menyalakan radio anda tidak akan melakukan proses seleksi seperti itu. Telinga anda akan melakukan seleksi apakah gelombang yang tertangkap pada waktu anda menyalakan itu mengeluarkan "bunyi" seperti apa? Kalau kebetulan suara musik, maka anda akan terus mendengarkan musik tersebut kalau musik itu cocok dengan selera dan keinginan anda. Anda tidak akan tahu sebelum penyiar atau station id menyebutkan bahwa anda sedang mendengarkan radio "Female". Lalu setelah anda mengetahui anda sedang mendengarkan radio yang ditujukan bukan untuk pria, apakah anda akan memindahkan gelombang? Tentu saja tidak, kecuali kalau lagu berikutnya tidak anda sukai, atau suara si penyiar tidak menyenangkan, atau suara menyenangkan tapi topik yang dibicarakan sesuatu yang tidak penting untuk anda, dst.
Jadi sebenarnya radio tidak memiliki proses seleksi awal untuk menggapai pendengar, sangat berbeda dengan majalah. Maka oleh karenanya segmentasi pasar untuk menjadi patokan sasaran audience tidak ada keterkaitannya sama sekali dengan klaim yang digembar-gemborkan oleh radio tersebut.
Not What You Say, It Is What You Do
Sebuah stasiun radio yang tidak pernah menamakan dirinya sebagai radio para profesional (sebut saja radio Z) dari membuka hingga menutup siarannya sepanjang hari memutar lagu/musik (sebagai basis siarannya) dari era Disko akhir 70-an sampai 80-an (Donna Summer, Quincy Jones, Lalo Schifrin, Propaganda, Bananarama, dsb). Ketika penyiarnya berbicara, terdengar suara penyiar dewasa (warna suara agak berat), yang memberi komentar atas pernyataan Duta Besar Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pemerintah Amerika tidak menginginkan dan tidak terlibat dengan perang Israel yang menyerbu Lebanon Selatan.
Lalu penyiar tersebut mengatakan akibat perang yang masih terus berlangsung, harga minyak melonjak dan bursa saham dunia termasuk Bursa saham Jakarta menjadi terpuruk.
Nah, menurut anda dengan siaran seperti itu, siapakah kira-kira kelompok pendengar yang akan suka mendengarkan siaran radio Z? Tidak sulit untuk ditebak bukan bahwa kelompok pendengar (atau segmen pendengar) yang tergaet sudah pasti orang dewasa berusia antara 45 - 55 tahun, intelek, dan biasanya orang seperti ini akan mempunyai kedudukan yang agak tinggi dalam profesinya.
Jadi tanpa harus menyebutkan dirinya sebagai radio para profesional, dengan siaran seperti itu dengan sendirinya otomatis, kelompok pendengar Radio Z umumnya adalah para profesional yang intelek dan telah matang usianya dalam berbisnis.
Maka jawaban saya utk si calon Investor, tidak perlulah membuat radio baru dengan segmen yang baru pula. Lebih baik perbaiki saja tehnik dan kualitas siaran dari radio-radio yang men-claim dirinya sebagai radio yang melayani segmen tertentu, agar apa yang di-klaimnya sebagai segmen benar-benar begitu adanya di lapangan realita. (arm)
Judul tulisan ini berupa kalimat tanya yang dilontarkan seorang Investor yang berencana membuka stasiun radio baru, ketika ia datang menemui saya. Alasannya karena ia melihat sudah begitu banyak stasiun radio yang mengkhususkan diri dalam segmen-segmen untuk pasar tertentu (misal: Radio Wanita, Radio Bisnis, Radio Pria, Radio Remaja (SMA), Radio Mahasiswa, Radio Muslim, dsb.), sehingga ia kehabisan ide mencari segmen pasar manalagi yang belum dimasuki radio lain. Lalu saya kembalikan pertanyaannya dengan pertanyaan lagi, "Apakah anda sudah yakin, bahwa kalau radio tersebut men-claim diri sebagai Radio Bisnis maka artinya jumlah pebisnis yang mendengarkan radio itu lebih banyak dari radio yang tidak men-claim dirinya sebagai Radio Bisnis?". Lalu saya sodorkan pula bukti lain, menurut data sebuah survey bahwa jumlah radio yang menkhususkan dirinya hanya dalam siaran Agama Islam, ternyata jumlah muslimin yang mendengarkan radio tersebut kalah jauh dengan jumlah muslimin yang mendengarkan radio yang menkhususkan diri dalam siaran Berita saja. Mendengar tanggapan saya dan setelah melihat fakta tersebut si Investor pun terpana dengan wajah penuh tanda tanya.
Pembaca majalah memiliki Seleksi Awal
Apabila anda seorang pria masuk ke sebuah kios majalah, apakah kira-kira anda akan membeli majalah "Femina"? Tentu saja tidak. Itulah yang dimaksud dengan seleksi awal. Sebelum membeli majalah, si calon pembeli sudah melakukan seleksi awal dengan matanya melihat cover atau nama majalah. Tidak demikian dengan pendengar radio. Ketika anda (pria) menyalakan radio anda tidak akan melakukan proses seleksi seperti itu. Telinga anda akan melakukan seleksi apakah gelombang yang tertangkap pada waktu anda menyalakan itu mengeluarkan "bunyi" seperti apa? Kalau kebetulan suara musik, maka anda akan terus mendengarkan musik tersebut kalau musik itu cocok dengan selera dan keinginan anda. Anda tidak akan tahu sebelum penyiar atau station id menyebutkan bahwa anda sedang mendengarkan radio "Female". Lalu setelah anda mengetahui anda sedang mendengarkan radio yang ditujukan bukan untuk pria, apakah anda akan memindahkan gelombang? Tentu saja tidak, kecuali kalau lagu berikutnya tidak anda sukai, atau suara si penyiar tidak menyenangkan, atau suara menyenangkan tapi topik yang dibicarakan sesuatu yang tidak penting untuk anda, dst.
Jadi sebenarnya radio tidak memiliki proses seleksi awal untuk menggapai pendengar, sangat berbeda dengan majalah. Maka oleh karenanya segmentasi pasar untuk menjadi patokan sasaran audience tidak ada keterkaitannya sama sekali dengan klaim yang digembar-gemborkan oleh radio tersebut.
Not What You Say, It Is What You Do
Sebuah stasiun radio yang tidak pernah menamakan dirinya sebagai radio para profesional (sebut saja radio Z) dari membuka hingga menutup siarannya sepanjang hari memutar lagu/musik (sebagai basis siarannya) dari era Disko akhir 70-an sampai 80-an (Donna Summer, Quincy Jones, Lalo Schifrin, Propaganda, Bananarama, dsb). Ketika penyiarnya berbicara, terdengar suara penyiar dewasa (warna suara agak berat), yang memberi komentar atas pernyataan Duta Besar Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pemerintah Amerika tidak menginginkan dan tidak terlibat dengan perang Israel yang menyerbu Lebanon Selatan.
Lalu penyiar tersebut mengatakan akibat perang yang masih terus berlangsung, harga minyak melonjak dan bursa saham dunia termasuk Bursa saham Jakarta menjadi terpuruk.
Nah, menurut anda dengan siaran seperti itu, siapakah kira-kira kelompok pendengar yang akan suka mendengarkan siaran radio Z? Tidak sulit untuk ditebak bukan bahwa kelompok pendengar (atau segmen pendengar) yang tergaet sudah pasti orang dewasa berusia antara 45 - 55 tahun, intelek, dan biasanya orang seperti ini akan mempunyai kedudukan yang agak tinggi dalam profesinya.
Jadi tanpa harus menyebutkan dirinya sebagai radio para profesional, dengan siaran seperti itu dengan sendirinya otomatis, kelompok pendengar Radio Z umumnya adalah para profesional yang intelek dan telah matang usianya dalam berbisnis.
Maka jawaban saya utk si calon Investor, tidak perlulah membuat radio baru dengan segmen yang baru pula. Lebih baik perbaiki saja tehnik dan kualitas siaran dari radio-radio yang men-claim dirinya sebagai radio yang melayani segmen tertentu, agar apa yang di-klaimnya sebagai segmen benar-benar begitu adanya di lapangan realita. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar