oleh Andy Rustam
Seminggu yang lalu mobil saya tidak bisa start, kelihatannya accu-nya (akinya) lemah. Maka saya ganti accu baru, mobil pun bisa start dan jalan normal. Tetapi tiga hari yang lalu, kembali accu-nya melemah sehingga, mobil tak bisa di-start. Bengkel/montir bilang dinamo ampere-nya (alternator) harus diperbaiki, karena listrik-nya tidak ada yang masuk men-supply accu. Ok-lah saya ikuti saran “orang ahli (bengkel)” tersebut. Setelah alternator diperbaiki, dari alat ukur terlihat bahwa kini accu sudah mendapat supply, artinya accu tidak mungkin lemah lagi. Keesokan haripun mesin bisa di-start tanpa masalah. Kemarin ketika hari long weekend mobil memang tidak dijalankan, dan ketika pagi harinya akan di-start, lagi-lagi accu-nya sudah lemah.
Wah! Accu-nya baru, alternator pun sudah diperbaiki dan terbukti oleh alat indikator bahwa accu tidak kekurangan supply listrik. Jadi apa lagi sih? Uang sudah keluar terus untuk perbaikan masalah yang “belum jelas”.
Kalau kita analogikan kejadian ini seperti kalau kita mengelola perusahaan tv/radio broadcasting (termasuk juga perusahaan apapun), bahwa sebenarnya harus selalu disadari bahwa apabila ada suatu masalah yang muncul, itu pasti bukan dikarenakan hanya “satu” penyebab saja. Diagnosa-nya lebih penting daripada perbaikan yang segera tapi malah salah.
Diagnosa Tentang Suatu Masalah
Contoh 1. Anda ingin menjual stasiun televisi atau stasiun radio Anda kepada pemasang iklan, agar beriklan di stasiun Anda, lalu ternyata ia menolak atau menawar dengan sangat rendah. Alasannya stasiun Anda rating-nya rendah. Nah sekarang semisalnya, kalau nanti rating stasiun Anda sudah naik, lalu Anda datang lagi kepadanya, apakah menurut Anda ia akan menyambut Anda dengan senyum dan langsung menyediakan order pemasangan iklan buat Anda??? Saya jamin 100% bahwa hal itu tidak bakalan terjadi!
Contoh 2. Rating stasiun Anda menurun, sedangkan stasiun lain (stasiun Y) meningkat. Lalu dikatakan bahwa penyebabnya karena stasiun Y itu memiliki acara bagus yaitu acara A dengan host/penyiar si B. Seandainya boss Anda memiliki uang banyak, lalu dibajaklah acara A berikut hostnya penyiar B. Apakah kemudian pasti stasiun Anda ratingnya akan meningkat sama seperti stasiun Y? Saya jamin 100% bahwa yang akan terjadi posisi stasiun Anda dengan stasiun Y hanya akan sedikit mengalami perubahan, dan kemungkinan besar stasiun Y masih tetap lebih tinggi rating-nya dibandingkan stasiun Anda.
Untuk mendiagnosa suatu masalah Anda harus melihat dulu semua faktor yang terkait. Anda jangan percaya saja kalau hanya ada satu jawaban. Misal, untuk seseorang pengambil keputusan yang harus memutuskan untuk beriklan di stasiun Anda. Pastinya dia memiliki matrix 1001 pertimbangan selain rating, termasuk soal-soal yang kelihatannya tak terlalu profesional, antara lain: bagaimanakah hubungan personal Anda dengan dia selama ini, bagaimanakah ia harus mempertanggung-jawabkan kepada boss-nya telah memilih stasiun anu, kalau saya memberi order kepada stasiun ini selain imbalan manfaat kepada perusahaan apakah manfaatnya untuk saya pribadi juga ada dsb. dsb.
Ini baru satu sisi. Dari sisi lain seperti, evaluasi atas kampanye promosi yang telah lalu (apakah akan sukses dengan stasiun Anda, padahal dengan menggunakan stasiun X tahun lalu promosi sangat sukses), atau bisa juga bahwa stasiun Anda memang sudah saya kenal lama dan sering dapat order, tetapi kali ini saya ingin mencoba stasiun lain. dsb. dsb.
Begitu pula dengan rating acara. Agar sebuah acara bisa diminati orang banyak (menghasilkan rating tinggi) tentu tidak hanya tergantung dari isi/content dan kemasan acara saja. Isi/content sebuah acara dan kemasan yang baik tentulah suatu hal yang juga utama agar sebuah acara bisa diminati masyarakat banyak. Tetapi banyak faktor lain yang harus dimasukkan dalam diagnosa. Misal, apakah acara tersebut “fit” dengan format keseluruhan stasiun Anda? Pada jam berapakah acara tersebut ditempatkan untuk penayangannya? Bagaimana dengan acara yang sebelumnya? dsb. dsb.
Kalau acara itu sebuah acara radio, faktor-faktornya-pun bisa berbeda dibandingkan kalau itu sebuah acara televisi.
Perbaikan Menyeluruh
Perbaikan berarti melakukan perubahan. Perubahan berarti mengundang risiko. Oleh karena itu, sebelum melakukan perbaikan, maka diagnosa-nya harus tepat. Jangan sampai upaya perbaikan hanya untuk mengatasi gejala saja. Upaya perbaikan harus mampu (1) mengatasi penyebab, (2) menanggulangi akibat dan (3) menghilangkan gejalanya. Lakukan diagnosa terhadap masalah secara menyeluruh sebelum melakukan langkah perbaikan. Setelah diketahui apa saja-saja yang harus diperbaiki, maka eksekusi perbaikannya boleh saja dilakukan bertahap. Namun harus tetap dengan kesadaran bahwa selesainya perbaikan pada tiap tahapan belum akan menjamin hasilnya, karena hasil yang memuaskan baru akan diperoleh setelah semua tahapan dilalui.
Ungkapan saya ini mungkin mengecewakan banyak pihak yang biasanya mengharapkan bahwa dengan “sihir semalam” maka semua masalah akan teratasi. Walaupun begitu, harus saya kemukakan daripada Anda tertipu dengan ilusi, dimana akhirnya uang sudah keluar banyak, tetapi hasil tak kunjung datang. Melalui diagnosa menyeluruh dan perbaikan dalam tahapan, akan dapat terlihat/termonitor perubahan-perubahan kecil menuju perbaikan. Asalkan kita tidak terburu-buru merasa puas ketika melihat gerakan perbaikan (lalu menghentikan tahapannya). Perbaikan dengan cara begini jelas memakan waktu, tetapi hasilnya sudah lebih pasti!
Mobil Saya
Kembali ke cerita mobil saya. Untungnya si montir sadar dan tidak lagi mau main gonta-ganti disana-sini. Ia berusaha berhubungan dengan montir-montir teman-temannya dari bengkel lain. Kemudian setelah mendapat banyak masukkan ia melakukan diagnosa menyeluruh. Akhirnya diketahui bahwa sistim kelistrikan komputer di mobil saya, IC-nya (IC = integrated circuit) rusak. IC itu ukurannya kecil sekali, kira-kira sebesar SIM card. Kenapa bisa rusak? Menurut dugaan karena ada induksi listrik dari luar, misalnya: induksi dari petir. Ini terbukti dari kabelnya yang juga agak terbakar. Wah, kalau ini yang jadi penyebabnya memang sangat mungkin. Karena rumah saya terletak di area yang menurut Guiness’ Book of World Record, adalah termasuk daerah petir nomer 2 (dua) terbanyak di dunia. Sayangnya kalau mengenai IC tak bisa diperbaiki. Maka terpaksalah beli alternator dengan IC baru. Maka sekarang di mobil saya, accu-nya baru, kabelnya baru, alternator dengan IC yang baru pun sudah terpasang. Mudah-mudahan kali ini bener-bener bener. (arm)
Seminggu yang lalu mobil saya tidak bisa start, kelihatannya accu-nya (akinya) lemah. Maka saya ganti accu baru, mobil pun bisa start dan jalan normal. Tetapi tiga hari yang lalu, kembali accu-nya melemah sehingga, mobil tak bisa di-start. Bengkel/montir bilang dinamo ampere-nya (alternator) harus diperbaiki, karena listrik-nya tidak ada yang masuk men-supply accu. Ok-lah saya ikuti saran “orang ahli (bengkel)” tersebut. Setelah alternator diperbaiki, dari alat ukur terlihat bahwa kini accu sudah mendapat supply, artinya accu tidak mungkin lemah lagi. Keesokan haripun mesin bisa di-start tanpa masalah. Kemarin ketika hari long weekend mobil memang tidak dijalankan, dan ketika pagi harinya akan di-start, lagi-lagi accu-nya sudah lemah.
Wah! Accu-nya baru, alternator pun sudah diperbaiki dan terbukti oleh alat indikator bahwa accu tidak kekurangan supply listrik. Jadi apa lagi sih? Uang sudah keluar terus untuk perbaikan masalah yang “belum jelas”.
Kalau kita analogikan kejadian ini seperti kalau kita mengelola perusahaan tv/radio broadcasting (termasuk juga perusahaan apapun), bahwa sebenarnya harus selalu disadari bahwa apabila ada suatu masalah yang muncul, itu pasti bukan dikarenakan hanya “satu” penyebab saja. Diagnosa-nya lebih penting daripada perbaikan yang segera tapi malah salah.
Diagnosa Tentang Suatu Masalah
Contoh 1. Anda ingin menjual stasiun televisi atau stasiun radio Anda kepada pemasang iklan, agar beriklan di stasiun Anda, lalu ternyata ia menolak atau menawar dengan sangat rendah. Alasannya stasiun Anda rating-nya rendah. Nah sekarang semisalnya, kalau nanti rating stasiun Anda sudah naik, lalu Anda datang lagi kepadanya, apakah menurut Anda ia akan menyambut Anda dengan senyum dan langsung menyediakan order pemasangan iklan buat Anda??? Saya jamin 100% bahwa hal itu tidak bakalan terjadi!
Contoh 2. Rating stasiun Anda menurun, sedangkan stasiun lain (stasiun Y) meningkat. Lalu dikatakan bahwa penyebabnya karena stasiun Y itu memiliki acara bagus yaitu acara A dengan host/penyiar si B. Seandainya boss Anda memiliki uang banyak, lalu dibajaklah acara A berikut hostnya penyiar B. Apakah kemudian pasti stasiun Anda ratingnya akan meningkat sama seperti stasiun Y? Saya jamin 100% bahwa yang akan terjadi posisi stasiun Anda dengan stasiun Y hanya akan sedikit mengalami perubahan, dan kemungkinan besar stasiun Y masih tetap lebih tinggi rating-nya dibandingkan stasiun Anda.
Untuk mendiagnosa suatu masalah Anda harus melihat dulu semua faktor yang terkait. Anda jangan percaya saja kalau hanya ada satu jawaban. Misal, untuk seseorang pengambil keputusan yang harus memutuskan untuk beriklan di stasiun Anda. Pastinya dia memiliki matrix 1001 pertimbangan selain rating, termasuk soal-soal yang kelihatannya tak terlalu profesional, antara lain: bagaimanakah hubungan personal Anda dengan dia selama ini, bagaimanakah ia harus mempertanggung-jawabkan kepada boss-nya telah memilih stasiun anu, kalau saya memberi order kepada stasiun ini selain imbalan manfaat kepada perusahaan apakah manfaatnya untuk saya pribadi juga ada dsb. dsb.
Ini baru satu sisi. Dari sisi lain seperti, evaluasi atas kampanye promosi yang telah lalu (apakah akan sukses dengan stasiun Anda, padahal dengan menggunakan stasiun X tahun lalu promosi sangat sukses), atau bisa juga bahwa stasiun Anda memang sudah saya kenal lama dan sering dapat order, tetapi kali ini saya ingin mencoba stasiun lain. dsb. dsb.
Begitu pula dengan rating acara. Agar sebuah acara bisa diminati orang banyak (menghasilkan rating tinggi) tentu tidak hanya tergantung dari isi/content dan kemasan acara saja. Isi/content sebuah acara dan kemasan yang baik tentulah suatu hal yang juga utama agar sebuah acara bisa diminati masyarakat banyak. Tetapi banyak faktor lain yang harus dimasukkan dalam diagnosa. Misal, apakah acara tersebut “fit” dengan format keseluruhan stasiun Anda? Pada jam berapakah acara tersebut ditempatkan untuk penayangannya? Bagaimana dengan acara yang sebelumnya? dsb. dsb.
Kalau acara itu sebuah acara radio, faktor-faktornya-pun bisa berbeda dibandingkan kalau itu sebuah acara televisi.
Perbaikan Menyeluruh
Perbaikan berarti melakukan perubahan. Perubahan berarti mengundang risiko. Oleh karena itu, sebelum melakukan perbaikan, maka diagnosa-nya harus tepat. Jangan sampai upaya perbaikan hanya untuk mengatasi gejala saja. Upaya perbaikan harus mampu (1) mengatasi penyebab, (2) menanggulangi akibat dan (3) menghilangkan gejalanya. Lakukan diagnosa terhadap masalah secara menyeluruh sebelum melakukan langkah perbaikan. Setelah diketahui apa saja-saja yang harus diperbaiki, maka eksekusi perbaikannya boleh saja dilakukan bertahap. Namun harus tetap dengan kesadaran bahwa selesainya perbaikan pada tiap tahapan belum akan menjamin hasilnya, karena hasil yang memuaskan baru akan diperoleh setelah semua tahapan dilalui.
Ungkapan saya ini mungkin mengecewakan banyak pihak yang biasanya mengharapkan bahwa dengan “sihir semalam” maka semua masalah akan teratasi. Walaupun begitu, harus saya kemukakan daripada Anda tertipu dengan ilusi, dimana akhirnya uang sudah keluar banyak, tetapi hasil tak kunjung datang. Melalui diagnosa menyeluruh dan perbaikan dalam tahapan, akan dapat terlihat/termonitor perubahan-perubahan kecil menuju perbaikan. Asalkan kita tidak terburu-buru merasa puas ketika melihat gerakan perbaikan (lalu menghentikan tahapannya). Perbaikan dengan cara begini jelas memakan waktu, tetapi hasilnya sudah lebih pasti!
Mobil Saya
Kembali ke cerita mobil saya. Untungnya si montir sadar dan tidak lagi mau main gonta-ganti disana-sini. Ia berusaha berhubungan dengan montir-montir teman-temannya dari bengkel lain. Kemudian setelah mendapat banyak masukkan ia melakukan diagnosa menyeluruh. Akhirnya diketahui bahwa sistim kelistrikan komputer di mobil saya, IC-nya (IC = integrated circuit) rusak. IC itu ukurannya kecil sekali, kira-kira sebesar SIM card. Kenapa bisa rusak? Menurut dugaan karena ada induksi listrik dari luar, misalnya: induksi dari petir. Ini terbukti dari kabelnya yang juga agak terbakar. Wah, kalau ini yang jadi penyebabnya memang sangat mungkin. Karena rumah saya terletak di area yang menurut Guiness’ Book of World Record, adalah termasuk daerah petir nomer 2 (dua) terbanyak di dunia. Sayangnya kalau mengenai IC tak bisa diperbaiki. Maka terpaksalah beli alternator dengan IC baru. Maka sekarang di mobil saya, accu-nya baru, kabelnya baru, alternator dengan IC yang baru pun sudah terpasang. Mudah-mudahan kali ini bener-bener bener. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar