13 Maret 2011

Jumlah Pendengar Radio Meningkat (di Amerika Serikat)

oleh Andy Rustam

Saya orang yang selalu percaya bahwa apabila sebuah stasiun radio dikelola dengan baik, lalu para tenaga pelaksana penyiarannya juga profesional, melakukan segalanya dengan “ilmu” yang seharusnya, dan bukannya dengan “feeling”, maka radio akan menjadi media hiburan dan informasi yang paling praktis, instant, dan menyenangkan bagi masyarakat.

Di Amerika Serikat, negeri yang media massa dan media hiburannya sudah tersedia dalam berbagai macam bentuk dalam jumlah besar dengan kualitas baik, termasuk internet dengan infrastruktur yang super canggih, tetap saja Radio masih bertahan sebagai media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, hingga saat ini. 93.2% populasi dewasa di Amerika Serikat mendengar radio setiap minggu-nya. Arbitron Inc. lembaga survey terkemuka disana, pada tanggal 13 Desember 2010 yang lalu baru menerbitkan sebuah laporan. Saya kutipkan highlight dari laporan tersebut yang diterbitkan pada 8 Desember 2010 yang lalu, sbb.:

Wednesday, December 8, 2010

Arbitron: Radio Listeners Show Increase 3%
Radio Usage Up Across All Major Demographics

Arbitron Inc. announced Tuesday highlights from its RADAR® 107 National Radio Listening
which is scheduled for release on December 13th.

The report shows an increase of 3.3 million radio listeners age 12+ per week, versus the December 2009 report. The number of Persons twelve and older listening to radio each week now reaches an estimated 239.8 million, that’s 93.2 percent of all Persons twelve and older.
The report shows an increase of 3.3 million radio listeners age 12+ per week, versus the
the December 2009 report. The number of Persons twelve and older listening to radio each week now reaches an estimated 239.8 million, that’s 93.2 percent of all Persons twelve and older.

In addition to Persons twelve and older, radio listening increased year over year across major demographics, with Adults aged 18 to 34 showing the biggest gains. Adult aged 18 to 34 weekly radio listeners increased nearly 960,000 in the past year. Adults aged 18 to 49 grew by more than 800,000 and Adults aged 25 to 54 gained more than 750,000 in the same period.

Terjemahan:

Arbitron Inc. mengumumkan hari Selasa, ringkasan (highlights) dari RADAR 107 (laporan hasil survey tentang Mendengarkan Radio), yang laporan lengkapnya akan diterbitkan pada tanggal 13 Desember 2010.

Laporan hasil survey menunjukkan adanya peningkatan jumlah pendengar radio sebesar 3,3 juta orang berusia 12 tahun ke atas, bila dibandingkan dengan laporan hasil survey bulan Desember 2009.

Jumlah orang berusia 12 tahun ke atas yang mendengarkan radio setiap minggu sekarang diperkirakan mencapai 239,8 juta orang, itu adalah 93,2 % dari jumlah penduduk Amerika berusia 12 tahun ke atas.

Tambahan lagi selain kelompok usia 12 tahun ke atas, orang yang mendengarkan radio meningkat dari tahun ke tahun di seluruh tingkat demographic utama, dimana pada kelompok usia 18 th hingga 34 th menunjukkan peningkatan yang paling besar. Pada kelompok 18 – 34 th per minggu, peningkatannya hampir mencapai 964.000 orang pendengar radio dibandingkan tahun lalu.

Kelompok Dewasa berusia 18 – 49 th tumbuhnya mencapai 800.000 orang, dan kelompok dewasa berusia 25 – 54 th bertambah dengan lebih dari 750.000 orang dalam periode yang sama.

(selengkapnya, klik: http://mediaconfidential.blogspot.com/2010/12/arbitron-radio-listeners-show-increase.html )

Penurunan Pendengar Radio

Memang di beberapa negara seperti India, Irlandia, Afrika Selatan, survey menunjukkan adanya penurunan jumlah pendengar, begitu pula di Indonesia (menurut hasil survey Nielsen tahun 2008). Lucunya, justru penurunan itu terjadi di negara-negara dimana peta persaingan medianya tidak seketat Amerika Serikat, juga infra-struktur internet dan alat-alat komunikasi terbarukan di negara-negara tersebut belum semaju sebagaimana di negeri Paman Sam tersebut.

Seharusnya, malah sebaliknya yang terjadi, bukan? Di negeri dimana alternatif pilihan medianya sudah begitu banyak, pendengar radionya mustinya menurun?!

Saya belum berani memastikan apa penyebabnya, karena tentu membutuhkan penelitian lebih jauh.

Tetapi menurut observasi yang saya yakini, penyebabnya adalah:

1. Radio di AS ditangani secara profesional, dengan keterampilan dan ilmu yang tinggi dari para pelaksananya, untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang juga sudah tinggi. Radio adalah salah satu media tertua. Para radio broadcasters disana sangat sadar, bahwa kalau mereka tidak bersungguh-sungguh meningkatkan diri dan menjaga kualitas, maka kebiasaan masyarakat untuk mendengarkan hiburan dan informasi melalui radio akan hilang, digantikan dengan media lain.

2. Amerika adalah negara Show-Biz no. 1 di dunia. Lembaga pendidikan radio broadcasting yang benar-benar berkualitas dan credible tersedia cukup di Amerika Serikat, semuanya berorientasi untuk menghasilkan manusia-manusia ahli di bidang ”show-biz” melalui Radio, termasuk manajemennya. Buat seorang penyiar di Amerika Serikat, kalau akan bertugas siaran, ia mempersiapkan dirinya sedemikian rupa ibarat artis yang akan memberikan sebuah ”pertunjukan”. Tentu saja ini hanya bisa dilakukannya apabila ia juga sudah memiliki kemampuan untuk itu.

3. Masyarakat industri periklanan disana (Ad. Agency dan Pengusaha-nya), memiliki keahlian dan sangat memahami karakter setiap media (termasuk radio), sehingga pandai mengoptimalkan kombinasi dari masing-masing media (media mix) dengan cara berbeda-beda untuk keberhasilan promosi mereka. Mereka tahu betul bahwa tidak ada media yang unggul di semua hal. Sehingga tak pernah mereka, seperti di Indonesia, dalam menyusun alokasi anggaran periklanan hanya mengutamakan anggaran iklan untuk televisi, dikarenakan anggapan bahwa radio bukanlah media yang efektif. Di Amerika mereka tahu benar cara menggunakan media radio sebagai media promosi yang efektif dan efisien. Hal ini justru tak banyak diketahui oleh orang-orang (generasi muda) advertising agency di Indonesia.

Semoga fakta apa sedang terjadi di Amerika Serikat tersebut diatas, akan memicu para radio-broadcasters profesional di Indonesia, bersama para pemilik stasiun radio, untuk berbesar hati akan masa depan. Karena kuncinya terletak pada bagaimana meningkatkan ilmu dan profesionalisme kita selaku radio broadcasters. (arm)

Tidak ada komentar: