oleh Andy Rustam
Tulisan ini dibuat atas permintaan dari teman-teman pembaca setia blog saya www.broadcastsukses.com. Mereka minta agar ada tulisan tentang Moderator. (terima kasih atas perhatiannya pada blog saya, -arm). Memang betul, Moderator adalah salah satu jenis aktivitas yang masuk dalam lingkup bidang Public Speaking. Walaupun apa yang dilakukan kelihatannya adalah sama-sama urusan “bicara”, tetapi belum tentu seorang Public Speaker yang baik mampu menjadi seorang Moderator yang baik pula. Kalau seorang Public Speaker, harus mampu membuat khalayak / hadirin (public, audience) tertarik pada apa yang disampaikan oleh dirinya, sedangkan seorang Moderator justru harus membuat agar khalayak / hadirin tertarik mendengarkan / memperhatikan apa yang disampaikan oleh para Panelis (tamu / narasumber / pembicara). Jadi kalau seorang Public Speaker, urusannya adalah bagaimana membuat lampu sorot mengarah kepada dirinya, tapi kalau seorang Moderator harus mampu mengarahkan lampu-sorot agar menyorot kepada Panelis-nya. Moderator berfungsi sebagai pengendali dan penjaga agar acara Diskusi Panel ini tetap lancar, menarik dan bermanfaat, tetapi di lain sisi Moderator tidak boleh terlalu kelihatan, alias tidak boleh terlalu dominan (menonjolkan diri). Seorang Moderator minimal harus memiliki pengetahuan juga tentang topik yang akan dibahas dalam Diskusi Panel.
Diskusi Panel
Ada 4 penyebab gagalnya sebuah acara diskusi panel, yaitu: (1) Topiknya tidak relevan dengan minat hadirin (2) Panelis-nya tidak dikenal atau tidak kompeten (3) Para Panelisnya satu pandangan semua (4) Moderator-nya tidak berperan dengan benar. Untuk no.1 dan no.2 biasanya banyak tergantung pada Panitia Penyelenggara. Oleh karena itu, seorang Moderator harus cukup dekat bekerja sama dengan Panitia untuk mendapat masukan-masukan baik tentang maksud penyelenggaranya, pemilihan topiknya (kenapa topik itu yang dipilih), siapa-siapa panelisnya secara detail dan juga siapa para hadirinnya. Pada dasarnya sebuah diskusi panel dimaksudkan untuk, membicarakan atau menganalisa sesuatu masalah / keadaan dari beberapa sudut pandang, sehingga hadirin akan mendapatkan nilai tambah dari diskusi tersebut berupa informasi baru ataupun wawasan baru. Satu-satunya keterbatasan sebuah diskusi panel adalah keterbatasan waktu. Biasanya standar sebuah diskusi panel sekitar 60 menit (dengan panelis 2 - 3 orang), atau paling lama 90 menit (kalau panelisnya sampai 4-5 orang). Karena kalau terlalu lama akan membosankan, sedangkan kalau terlalu singkat para hadirin belum mendapat cukup penjelasan atau pemahaman yang dibutuhkan.
Peran Moderator & Format Diskusi Panel
Mental-set dari seorang moderator, bahwa acara diskusi panel ini bukan tentang diri si moderator, melainkan tentang para panelis, dengan tujuan agar para hadirin mendapatkan pencerahan dari mereka. Seorang moderator haruslah selalu berada ditengah (moderate), tidak boleh berpihak kepada salah satu pandangan dari para panelis. Keberpihakannya hanyalah kepada hadirin, dimana hadirin berhak mendapatkan informasi yang baik dan dapat dipertanggung-jawabkan. Peran yang paling utama adalah mengendalikan jalannya acara, agar semua panelis mendapatkan waktu yang sama untuk memberikan pendapatnya, begitu pula hadirin harus mendapatkan waktu untuk memberikan pendapatnya dan untuk mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu Moderator harus sejak awal melakukan pembagian waktu. Secara umum pembagian alokasi waktu untuk sebuah Diskusi Panel adalah sbb: Misalkan lama acara 60 meniit dengan 2 Panelis , maka:
I. Untuk “Pembukaan” disediakan waktu kira-kira selama 5-7 menit: dimana 1 menit untuk informasi diri si moderator (kadang hal ini sudah dilakukan oleh MC), lalu kira-kira seiktar 2-3 menit penjelasan singkat tentang Topik (kenapa Topik ini yang dipilih? Apa yang menjadi permasalahan?) dan kemudian perkenalkan secara singkat para Panelis (bisa juga diminta agar para Panelis memperkenalkan dirinya masing-masing berdurasi kira-kira 1-2 menit (Tetapi harus dikendalikan agar tidak menjadi terlalu panjang. Maklumlah, orang paling senang membicarakan dirinya sendiri).
II. Untuk “Presentasi” disediakan waktu kira-kira 6 - 8 menit setiap Panelis, dilanjutkan dengan sub-bagian “Tanya-Jawab” 12 menit (terdiri dari 1 pertanyaan dari Moderator, beberapa pertanyaan dari Hadirin). Kemudian Moderator mempersilahkan Panelis untuk memberikan jawaban. Total waktu setiap Panelis termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, adalah 20 menit. Alokasi dengan pembagian waktu yang sama untuk Panelis kedua. Sehingga waktu total umtuk Presentasi dan tanya-jawab bagi kedua Panelis adalah 40 menit.
III. Untuk “Kesimpulan & Penutup”, waktunya yang tersisa sekitar 10 - 12 menit.
Contoh tersebut diatas adalah Format Standar sebuah Diskusi Panel, sbb:
(1) Pembukaan (Selamat Datang; Introduksi Moderator; Penjelasan Topik);
(2) Introduksi Tamu / Panelis;
(3) Presentasi Panelis;
(4) Tanya-Jawab (Moderator kepada Panelis); Tanya-Jawab (Hadirin ke Panelis)
(5) Kesimpulan & Penutup (Kesimpulan bukanlah menentukan siapa Panelis yang benar atau salah, melainkan memperlihatkan kelebihan dan kekurangan dari pandangan masing2 Panelis. Sedangkan isi penutup adalah ucapan terima kasih , appresiasi, serta kalau ada, bisa disampaikan rencana diskusi lanjutan)
Catatan ARM:
Saya sering menemui bentuk format jalannya acara Diskusi Panel, yang menghabiskan dulu bahagian Presentasi dari semua Panelis yang tampil, dan baru setelah itu masuk ke bahagian sessi Tanya-Jawab gabungan untuk Para Panelis sekaligus. Format seperti begitu tidak saya sarankan, karena hadirin akan mudah rancu sebagai akibat dua sudut pandang Panelis yang memang berbeda, yang dikemukakan berurutan / bersama-sama. Sebaiknya memang, sesi Tanya-Jawab itu diletakkan segera setelah setiap panelis menyelesaikan Presentasinya, sebelum masuk ke Presentasi Panelis berikutnya. Sehingga pada bahagian Kesimpulan & Penutup, si Moderator-lah yang akan membuat dan menyampaikan Keunggulan dan Kekurangan dari pandangan setiap Panelis. Darimanakah dapat diketahui Keunggulan dan Kekurangan pendapat dari masing-masing Panelis? Yaa..dari hasil diskusi pada bagian Tanya-Jawab yang dilakukan pada masing-masing Panelis (baik hasil dari pertanyaannya si Moderator maupun hasil dari pertanyaannya para hadirin). Seorang Moderator harus membuat catatan-catatan sendiri ketika diskusi berlangsung.
Mudah-mudahan tulisan ringkas ini sudah mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang Peran seorang Moderator. Sisi ketrampilannya memang belum banyak dibahas, karena keterbatasan ruang. Dalam kesempatan yang akan datang, tentu akan saya lanjutkan tulisan-tulisan tentang Moderator lebih banyak lagi kalau memang masih diperlukan. (arm)
Tulisan ini dibuat atas permintaan dari teman-teman pembaca setia blog saya www.broadcastsukses.com. Mereka minta agar ada tulisan tentang Moderator. (terima kasih atas perhatiannya pada blog saya, -arm). Memang betul, Moderator adalah salah satu jenis aktivitas yang masuk dalam lingkup bidang Public Speaking. Walaupun apa yang dilakukan kelihatannya adalah sama-sama urusan “bicara”, tetapi belum tentu seorang Public Speaker yang baik mampu menjadi seorang Moderator yang baik pula. Kalau seorang Public Speaker, harus mampu membuat khalayak / hadirin (public, audience) tertarik pada apa yang disampaikan oleh dirinya, sedangkan seorang Moderator justru harus membuat agar khalayak / hadirin tertarik mendengarkan / memperhatikan apa yang disampaikan oleh para Panelis (tamu / narasumber / pembicara). Jadi kalau seorang Public Speaker, urusannya adalah bagaimana membuat lampu sorot mengarah kepada dirinya, tapi kalau seorang Moderator harus mampu mengarahkan lampu-sorot agar menyorot kepada Panelis-nya. Moderator berfungsi sebagai pengendali dan penjaga agar acara Diskusi Panel ini tetap lancar, menarik dan bermanfaat, tetapi di lain sisi Moderator tidak boleh terlalu kelihatan, alias tidak boleh terlalu dominan (menonjolkan diri). Seorang Moderator minimal harus memiliki pengetahuan juga tentang topik yang akan dibahas dalam Diskusi Panel.
Diskusi Panel
Ada 4 penyebab gagalnya sebuah acara diskusi panel, yaitu: (1) Topiknya tidak relevan dengan minat hadirin (2) Panelis-nya tidak dikenal atau tidak kompeten (3) Para Panelisnya satu pandangan semua (4) Moderator-nya tidak berperan dengan benar. Untuk no.1 dan no.2 biasanya banyak tergantung pada Panitia Penyelenggara. Oleh karena itu, seorang Moderator harus cukup dekat bekerja sama dengan Panitia untuk mendapat masukan-masukan baik tentang maksud penyelenggaranya, pemilihan topiknya (kenapa topik itu yang dipilih), siapa-siapa panelisnya secara detail dan juga siapa para hadirinnya. Pada dasarnya sebuah diskusi panel dimaksudkan untuk, membicarakan atau menganalisa sesuatu masalah / keadaan dari beberapa sudut pandang, sehingga hadirin akan mendapatkan nilai tambah dari diskusi tersebut berupa informasi baru ataupun wawasan baru. Satu-satunya keterbatasan sebuah diskusi panel adalah keterbatasan waktu. Biasanya standar sebuah diskusi panel sekitar 60 menit (dengan panelis 2 - 3 orang), atau paling lama 90 menit (kalau panelisnya sampai 4-5 orang). Karena kalau terlalu lama akan membosankan, sedangkan kalau terlalu singkat para hadirin belum mendapat cukup penjelasan atau pemahaman yang dibutuhkan.
Peran Moderator & Format Diskusi Panel
Mental-set dari seorang moderator, bahwa acara diskusi panel ini bukan tentang diri si moderator, melainkan tentang para panelis, dengan tujuan agar para hadirin mendapatkan pencerahan dari mereka. Seorang moderator haruslah selalu berada ditengah (moderate), tidak boleh berpihak kepada salah satu pandangan dari para panelis. Keberpihakannya hanyalah kepada hadirin, dimana hadirin berhak mendapatkan informasi yang baik dan dapat dipertanggung-jawabkan. Peran yang paling utama adalah mengendalikan jalannya acara, agar semua panelis mendapatkan waktu yang sama untuk memberikan pendapatnya, begitu pula hadirin harus mendapatkan waktu untuk memberikan pendapatnya dan untuk mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu Moderator harus sejak awal melakukan pembagian waktu. Secara umum pembagian alokasi waktu untuk sebuah Diskusi Panel adalah sbb: Misalkan lama acara 60 meniit dengan 2 Panelis , maka:
I. Untuk “Pembukaan” disediakan waktu kira-kira selama 5-7 menit: dimana 1 menit untuk informasi diri si moderator (kadang hal ini sudah dilakukan oleh MC), lalu kira-kira seiktar 2-3 menit penjelasan singkat tentang Topik (kenapa Topik ini yang dipilih? Apa yang menjadi permasalahan?) dan kemudian perkenalkan secara singkat para Panelis (bisa juga diminta agar para Panelis memperkenalkan dirinya masing-masing berdurasi kira-kira 1-2 menit (Tetapi harus dikendalikan agar tidak menjadi terlalu panjang. Maklumlah, orang paling senang membicarakan dirinya sendiri).
II. Untuk “Presentasi” disediakan waktu kira-kira 6 - 8 menit setiap Panelis, dilanjutkan dengan sub-bagian “Tanya-Jawab” 12 menit (terdiri dari 1 pertanyaan dari Moderator, beberapa pertanyaan dari Hadirin). Kemudian Moderator mempersilahkan Panelis untuk memberikan jawaban. Total waktu setiap Panelis termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, adalah 20 menit. Alokasi dengan pembagian waktu yang sama untuk Panelis kedua. Sehingga waktu total umtuk Presentasi dan tanya-jawab bagi kedua Panelis adalah 40 menit.
III. Untuk “Kesimpulan & Penutup”, waktunya yang tersisa sekitar 10 - 12 menit.
Contoh tersebut diatas adalah Format Standar sebuah Diskusi Panel, sbb:
(1) Pembukaan (Selamat Datang; Introduksi Moderator; Penjelasan Topik);
(2) Introduksi Tamu / Panelis;
(3) Presentasi Panelis;
(4) Tanya-Jawab (Moderator kepada Panelis); Tanya-Jawab (Hadirin ke Panelis)
(5) Kesimpulan & Penutup (Kesimpulan bukanlah menentukan siapa Panelis yang benar atau salah, melainkan memperlihatkan kelebihan dan kekurangan dari pandangan masing2 Panelis. Sedangkan isi penutup adalah ucapan terima kasih , appresiasi, serta kalau ada, bisa disampaikan rencana diskusi lanjutan)
Catatan ARM:
Saya sering menemui bentuk format jalannya acara Diskusi Panel, yang menghabiskan dulu bahagian Presentasi dari semua Panelis yang tampil, dan baru setelah itu masuk ke bahagian sessi Tanya-Jawab gabungan untuk Para Panelis sekaligus. Format seperti begitu tidak saya sarankan, karena hadirin akan mudah rancu sebagai akibat dua sudut pandang Panelis yang memang berbeda, yang dikemukakan berurutan / bersama-sama. Sebaiknya memang, sesi Tanya-Jawab itu diletakkan segera setelah setiap panelis menyelesaikan Presentasinya, sebelum masuk ke Presentasi Panelis berikutnya. Sehingga pada bahagian Kesimpulan & Penutup, si Moderator-lah yang akan membuat dan menyampaikan Keunggulan dan Kekurangan dari pandangan setiap Panelis. Darimanakah dapat diketahui Keunggulan dan Kekurangan pendapat dari masing-masing Panelis? Yaa..dari hasil diskusi pada bagian Tanya-Jawab yang dilakukan pada masing-masing Panelis (baik hasil dari pertanyaannya si Moderator maupun hasil dari pertanyaannya para hadirin). Seorang Moderator harus membuat catatan-catatan sendiri ketika diskusi berlangsung.
Mudah-mudahan tulisan ringkas ini sudah mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang Peran seorang Moderator. Sisi ketrampilannya memang belum banyak dibahas, karena keterbatasan ruang. Dalam kesempatan yang akan datang, tentu akan saya lanjutkan tulisan-tulisan tentang Moderator lebih banyak lagi kalau memang masih diperlukan. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar