19 Juli 2018

Pengertian PODCAST

oleh Andy Rustam

Pengertian

Sekarang ini sudah lumrah jika sebuah stasiun radio (atau TV) memiliki website di internet, dimana umumnya berisi penjelasan-penjelasan tentang acara-acara, info-info yang relevan dengan target audience-nya, juga ada siaran streaming dari radio / TV tersebut, dan... ada juga rekaman acara-acara yang pernah disiarkan di radio terkait (misalnya: wawancara dengan seorang tokoh masyarakat). Rekaman tersebut bisa didengarkan oleh para pendengar radio pada waktu yang mereka inginkan. Mereka bisa mengunduh / men-download juga ke smartphone / notebook atau media player mereka yang lain. File-file digital seperti inilah, yang apabila dilakukan dan hadir secara konsisten, akan disebut sebagai “podcast”. Jadi secara mudahnya, podcast adalah file atau kumpulan file-file digital, yang dibuat dan ditujukan bagi masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat mendengarkan / menggunakannya pada waktu yang diinginkannya. Berbeda dengan TV / Radio, dimana penonton / pendengar yang harus mengatur waktu sesuai jadwal yang ditentukan oleh stasiun radio / TV, untuk dapat menikmati sesuatu acara siaran.

Asal kata “podcast” sendiri, memang gabungan dari kata “iPod” (media player keluaran Apple) dan “broadcast”.

Karakter materi isi Podcast berbeda dari Broadcast. Materi-materi broadcast, pada prinsipnya di-design agar menarik untuk target-audience secara umum / luas. Sedangkan pada podcast, materi-materinya lebih spesifik. Sehingga hanya orang-orang yang tertarik saja yang akan meng-klik podcast untuk mendengarkan / mengikutinya secara kontinu atau menjadi pelanggan dari siaran podcast tersebut.

Konsistensi Sangat Penting bagi Sebuah Podcast

Untuk dapat membangun kelompok audience khusus pada sebuah portal podcast, maka isi sebuah siaran podcast harus memiliki konsistensi. Maka sebelum meluncurkan sebuah siaran podcast, haruslah dipikirkan dahulu apa isi dari podcast yang akan dibentuk. Lalu format-nya seperti apa? Thema isi-nya tentang apa? Ada beberapa type gaya (penyajian isi) yang bisa dijadikan patokan untuk sebuah Podcast sbb:

(1) Interview Shows (Sajian bentuk Wawancara):

Format ini biasanya menampilkan seorang interviewer tetap, dengan menghadirkan satu atau beberapa orang tamu. Tentu saja tamu-tamu yang dihadirkan haruslah yang kompeten dan relevan dengan topik siaran podcast-nya. Misal kalau podcast Anda, tentang Marketing, maka siaran Podcast anda dari episode ke episode selanjutnya anda selalu meng-interview tamu-tamu yang sukses dalam bidang pemasaran.

(2) Conversational Shows (Sajian bentuk Obrolan):

Bentuk penyajian ini biasa dikenal sebagai obrolan 2 orang sahabat yang membicarakan suatu topik tertentu, atau fenomena yang berkembang di masyarakat. Kedua hosts adalah host tetap. Misal: Episode minggu ini obrolan tentang semakin banyak orang yang mengkoleksi Album Lagu Vinyl. Minggu depannya tentang kekhawatiran mudahnya masyarakat terpengaruh berita palsu / hoax. Bisa juga dihadirkan juga sekali-sekali seorang tamu yang relevan. (Kalau bicara tentang fashion , maka tamunya seorang Desinger). Bedanya dengan interview shows adalah pada cara penyajian, dimana bentuk obrolan terdengar lebih relax.

(3) “HOW TO” Shows (Sajian Edukasi):

Podcast dengan thema-thema edukasi termasuk jenis yang disukai. Disini bisa berganti-ganti pembicara-nya, namun memang harus yang kompeten. Misalnya, untuk episode minggu ini tentang bagaimana menjaga kesehatan dengan teknik bernafas yang benar, pembawanya: Dr.A. Pada minggu berikut tentang bagaimana membuat obat herbal bagi orang yang bermasalah dengan maag-nya, dibawakan oleh: Dr.B.

(4) “Personal Opinion” Shows (Sajian Opini Pribadi)

Bentuk penyajian seperti ini biasanya dilakukan oleh satu orang pembawa acara yang usianya sudah matang dan pribadinya bijak. Orang ini kemudian berbicara (monolog) mengemukakan pandangan/pendapat pribadinya tentang 1 - 2 masalah yang sering ditemui masyarakat. Biasanya hodt ini juga menceritakan pengalaman pribadiya yang relevan dengan topik yang sedang dibahasnya. Pendengar akan merasa “dekat” dengan si host, karena mereka mendapat banyak pelajaran, manfaat dan gagaan2 baru, sebagai akibat akan kesetiaannya mendengarkan siaran Podcast ini setiap minggunya.

(5) Theatre Shows (Sajian ala Sandiwara)

Sajian seperti ini membutuhkkan persiapan yang lebih lama dan lebih serius. Baratnya seperti akan membuat film pendek, tetapi ini untuk radio. Jadi kita harus menulis dulu sebuah cerita, uraian skenario, plot, dialog dan tentu saja beberapa orang yyang melakuan peran pada sandiwara pendek tersebut. Siaran Podcast ini bisa dalam bentuk serie atau serial. Artinya jalan cerita yang ditulis itu, bisa selesai ceritanya dalam satu episode, atau bisa juga masih memiliki hal yang menggantung untuk membuat orang penasaran dan menunggu sambungannya pada episode berikut.

(6) Inspirational True Story Shows (Penyajian cerita inspiratif)

Untuk dapat melakukan penyajian type ini, pembawa cerita harus mampu membawakannya seperti sedang mendongeng (storytelling). Sehingga walaupun dilakukan secara monolog tapi secara emosi terjadi relasi antara cerita yang disampaikan dengan para pendengarnya. Cerita inspiratif berdasarkan kejadian yang sebenarnya, salah satu thema yang cukup disukai oleh para pendengar.

Setelah mengetahui type-type / bentuk-bentuk Podcast sebagaimana tersebut diatas, sekarang tinggal kita perhatikan dimana kekuatan (strength) yang kita miliki. Dengan mengetahui strength yang kita miliki itu, kita bisa memilih bentuk isi podcast seperti apa yang paling sesuai dengan kemampuan kita. Ingat siaran Podcast itu harus selalu hadir episode barunya secara berkala, agar terbentuklah nanti follower yang setia. Konsistensi dalam Bentuk Penjajian, Thema/Isi, dan Jadual Kehadiran merupakan kunci suksesnya podcast. (arm)

Tidak ada komentar: