oleh Andy Rustam
Sepertinya banyak yang masih bingung tentang radio internet. Apalagi istilahnya banyak bener. Ada yang webcasting, podcasting, e-radio dsb. Dari sisi prinsip apa yang bisa didengar oleh (calon) pendengar, Radio-Internet hampir sama saja dengan Radio Konvensional yang biasa kita ketahui selama ini. Bedanya cuma, kalau Radio Konvensional itu siarannya dipancar-luaskan melalui gelombang elektro-magnetik di udara, sedangkan Radio Internet siarannya disebar-luaskan secara digital melalui jaringan koneksi komputer.
Sebagaimana layaknya Radio Konvensional, dimana pendengar bisa tune-in pada radio-station untuk menikmati acara yang disukainya pada gelombang / frekuensi yang ada di tuner (radio receiver), begitu pula Radio Internet, kita bisa mencarinya melalui alamat website (www.anu.anu). Radio Internet sering disebut juga sebagai e-radio.
Keunggulan Utama Internet
Internet memiliki keunggulan yang khas, yaitu bisa diakses secara luas dan memiliki kemampuan interaktif. Walaupun perlu menjadi catatan, bahwa kemampuan itu baru bisa optimal apabila infrastruktur koneksitas-nya memadai. (Note: Inilah sebenarnya yang masih menjadi kendala utama kita di Indonesia). Oleh karena itu, apapun yang ingin kita lakukan dengan internet seharusnyalah mengoptimalkan keunggulan khas tersebut. Termasuk kalau kita ingin melakukan siaran radio melalui internet. Artinya, misalkan Radio KVNL (radio konvensional) siaran rutinnya sehari-hari pada frekuensi 100 Mhz, dengan acara rangkaian lagu-lagu / musik-musik saja dan sekali-sekali di-selingi spot iklan. Maka seandainya, Radio KVNL melakukan siaran lewat internet (webcasting), melalui websitenya, misal: www.KVNL-100.com, akan tidak optimal apabila siaran internetnya juga hanya terdengar lagu-lagu dan selingan spot iklan saja. Mengapa? Karena unsur interaktif-nya tidak dimanfaatkan, padahal inilah yang justru merupakan keunggulan khas internet.
Macam-macam Radio Internet
Sejak dibuatnya software untuk webcasting (= broadcasting melalui world wide web), hampir setiap orang sekarang bisa melakukan atau membuat, katakanlah, “stasiun penyiaran-nya” sendiri. Karena pada dasarnya perwujudan sebuah radio internet adalah membuat suatu website (situs) dimana layanan materi utamanya adalah audio-file, dengan tambahan-tambahan lain seperti picture-file dan text-file.
Radio Streaming
Kalau seseorang yang sedang browsing di komputer (calon pendengar), lalu log-in ke website yang berisi siaran radio penuh (seperti kalau kita tune-in ke frekuensi tertentu dengan tuner kita mendengarkan siaran radio konvensional), maka siaran yang terdengar oleh pendengar seperti ini disebut: streaming. Karena audio-file otomatis terkirim ke komputer si pendengar dan audionya keluar langsung di speaker. Pada pola streaming, suara langsung terdengar tanpa perlu kita men-download-nya. Tapi tentu saja dalam komputer si pendengar harus sudah ter-install sofware aplikasi multi-media (seperti misalnya: Real Player atau Media Player). Dalam pola streaming seperti ini, pendengar terpaksa pasif (seperti mendengarkan siaran radio konvensional melalui tuner).
Sudah cukup banyak stasiun radio konvensional di Indonesia yang melakukan ini. Mereka mempunyai website, kemudian seluruh siarannya yang melalui udara, secara bersamaan dialirkan pula melalui internet. Sehingga, kalau ada orang disudut dunia manapun yang log-in ke website stasiun ini, maka pastilah ia dapat mendengar siaran radio tersebut.
Radio Podcasting
Kalau seseorang browsing dan menemukan website dimana isinya ada berbagai materi, sederetan daftar lagu / musik, wawancara, cerita feature dsb. lalu untuk mendengarkan pilihan itu diharuskan men-download terlebih dahulu materi yang diminati si (calon) pendengar, maka model webcasting seperti ini disebut Podcasting. Walaupun namanya berasal dari Ipod, tetapi pendengar tidak harus mendengarkannya hanya melalui Ipod, melainkan bisa dari semua komputer yang sudah di-install sofware aplikasi untuk multi-media (seperti misal: Real Player atau Media Player)
Setelah “siaran” itu di-download, barulah si pendengar dapat mendengarkan “siaran” tersebut melalui speaker di komputer-nya. Tentu saja untuk podcasting tidak akan bisa terjadi siaran Live (realtime). Karena prosesnya, data itu dikirim dari server “stasiun penyiaran” melalui koneksi TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol), baru kemudian di-olah lagi oleh komputer si pendengar. Ini semua memerlukan waktu, yang tergantung pula pada kualitas jaringan koneksi-nya. Semakin besar bandwidth semakin cepat, semakin banyak dan semakin baik kualitas data yang terkirim dan diterima.
Pandora Radio
Sebuah website berisi rangkaian musik-musik yang mirip-mirip streaming, tetapi streaming-nya tidak pasif. Apabila seseorang log-in ke website ini, lalu menulis musik apa yang disukainya, maka kemudian Pandora akan menyiarkan rangkaian siaran musik kepada orang tersebut yang sudah terseleksi yang diperkirakan sesuai pula dengan seleranya. Misal, kita menyukai lagu The Beatles. Maka Pandora akan melakukan streaming lagu-lagu yang mirip-mirip atau se-type dengan group The Beatles, misalnya: Oasis ; Tears for Fears ; U2 dst. Jadi dalam hal ini sistim Pandora berhasil menggabungkan Streaming dengan interaktifitas. Seandainya dari lagu yang di streaming oleh Pandora ternyata ada yang tidak kita (pendengar) sukai, maka kita cukup meng-klik tombol “dislike”, maka otomatis lagu-lagu sejenis yang tidak sukai tersebut akan di-block. Dengan demikian streaming lagu-lagu yang diberikan oleh Pandora sudah pasti hanya lagu-lagu yang disukai oleh setiap / masing-masing individu.
Catatan Penting tentang Radio Internet:
1. Perwujudan radio internet adalah sebuah Website yang menyalurkan rangkaian file. Isi layanan utama dari website tersebut adalah audio-file, sedangkan picture-file dan text-file adalah pendukung dan pelengkap.
2. Dalam website tersebut, harus dioptimalkan interaktifitas-nya.
3. Pendengar radio konvensional tidak tahu secara jelas apa yang bakal dia dengarkan (push medium), tetapi pendengar radio internet datang dengan kemauan yang sudah jelas. Mereka tahu apa yang mereka cari (pull medium).
4. Pola mendengar dan dorongan yang menjadi penyebab untuk mendengarkan radio, sangat berbeda, antara radio konvensionil dan radio internet.
5. Sebuah website yang memakai kata ”radio” dibelakangnya belum tentu sebuah radio konvensional yang disalurkan melalui internet. Sebab bisa saja itu memang sebuah ”radio station yang khusus” dibuat hanya untuk webcasting. Atau bisa juga itu sebuah website yang me”link” (menghubungkan) pendengar dengan seluruh website radio konvensionil yang ada di internet.
Naaah... mudah-mudahan penjelasan singkat ini cukup jelas, ya? (arm)
Sepertinya banyak yang masih bingung tentang radio internet. Apalagi istilahnya banyak bener. Ada yang webcasting, podcasting, e-radio dsb. Dari sisi prinsip apa yang bisa didengar oleh (calon) pendengar, Radio-Internet hampir sama saja dengan Radio Konvensional yang biasa kita ketahui selama ini. Bedanya cuma, kalau Radio Konvensional itu siarannya dipancar-luaskan melalui gelombang elektro-magnetik di udara, sedangkan Radio Internet siarannya disebar-luaskan secara digital melalui jaringan koneksi komputer.
Sebagaimana layaknya Radio Konvensional, dimana pendengar bisa tune-in pada radio-station untuk menikmati acara yang disukainya pada gelombang / frekuensi yang ada di tuner (radio receiver), begitu pula Radio Internet, kita bisa mencarinya melalui alamat website (www.anu.anu). Radio Internet sering disebut juga sebagai e-radio.
Keunggulan Utama Internet
Internet memiliki keunggulan yang khas, yaitu bisa diakses secara luas dan memiliki kemampuan interaktif. Walaupun perlu menjadi catatan, bahwa kemampuan itu baru bisa optimal apabila infrastruktur koneksitas-nya memadai. (Note: Inilah sebenarnya yang masih menjadi kendala utama kita di Indonesia). Oleh karena itu, apapun yang ingin kita lakukan dengan internet seharusnyalah mengoptimalkan keunggulan khas tersebut. Termasuk kalau kita ingin melakukan siaran radio melalui internet. Artinya, misalkan Radio KVNL (radio konvensional) siaran rutinnya sehari-hari pada frekuensi 100 Mhz, dengan acara rangkaian lagu-lagu / musik-musik saja dan sekali-sekali di-selingi spot iklan. Maka seandainya, Radio KVNL melakukan siaran lewat internet (webcasting), melalui websitenya, misal: www.KVNL-100.com, akan tidak optimal apabila siaran internetnya juga hanya terdengar lagu-lagu dan selingan spot iklan saja. Mengapa? Karena unsur interaktif-nya tidak dimanfaatkan, padahal inilah yang justru merupakan keunggulan khas internet.
Macam-macam Radio Internet
Sejak dibuatnya software untuk webcasting (= broadcasting melalui world wide web), hampir setiap orang sekarang bisa melakukan atau membuat, katakanlah, “stasiun penyiaran-nya” sendiri. Karena pada dasarnya perwujudan sebuah radio internet adalah membuat suatu website (situs) dimana layanan materi utamanya adalah audio-file, dengan tambahan-tambahan lain seperti picture-file dan text-file.
Radio Streaming
Kalau seseorang yang sedang browsing di komputer (calon pendengar), lalu log-in ke website yang berisi siaran radio penuh (seperti kalau kita tune-in ke frekuensi tertentu dengan tuner kita mendengarkan siaran radio konvensional), maka siaran yang terdengar oleh pendengar seperti ini disebut: streaming. Karena audio-file otomatis terkirim ke komputer si pendengar dan audionya keluar langsung di speaker. Pada pola streaming, suara langsung terdengar tanpa perlu kita men-download-nya. Tapi tentu saja dalam komputer si pendengar harus sudah ter-install sofware aplikasi multi-media (seperti misalnya: Real Player atau Media Player). Dalam pola streaming seperti ini, pendengar terpaksa pasif (seperti mendengarkan siaran radio konvensional melalui tuner).
Sudah cukup banyak stasiun radio konvensional di Indonesia yang melakukan ini. Mereka mempunyai website, kemudian seluruh siarannya yang melalui udara, secara bersamaan dialirkan pula melalui internet. Sehingga, kalau ada orang disudut dunia manapun yang log-in ke website stasiun ini, maka pastilah ia dapat mendengar siaran radio tersebut.
Radio Podcasting
Kalau seseorang browsing dan menemukan website dimana isinya ada berbagai materi, sederetan daftar lagu / musik, wawancara, cerita feature dsb. lalu untuk mendengarkan pilihan itu diharuskan men-download terlebih dahulu materi yang diminati si (calon) pendengar, maka model webcasting seperti ini disebut Podcasting. Walaupun namanya berasal dari Ipod, tetapi pendengar tidak harus mendengarkannya hanya melalui Ipod, melainkan bisa dari semua komputer yang sudah di-install sofware aplikasi untuk multi-media (seperti misal: Real Player atau Media Player)
Setelah “siaran” itu di-download, barulah si pendengar dapat mendengarkan “siaran” tersebut melalui speaker di komputer-nya. Tentu saja untuk podcasting tidak akan bisa terjadi siaran Live (realtime). Karena prosesnya, data itu dikirim dari server “stasiun penyiaran” melalui koneksi TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol), baru kemudian di-olah lagi oleh komputer si pendengar. Ini semua memerlukan waktu, yang tergantung pula pada kualitas jaringan koneksi-nya. Semakin besar bandwidth semakin cepat, semakin banyak dan semakin baik kualitas data yang terkirim dan diterima.
Pandora Radio
Sebuah website berisi rangkaian musik-musik yang mirip-mirip streaming, tetapi streaming-nya tidak pasif. Apabila seseorang log-in ke website ini, lalu menulis musik apa yang disukainya, maka kemudian Pandora akan menyiarkan rangkaian siaran musik kepada orang tersebut yang sudah terseleksi yang diperkirakan sesuai pula dengan seleranya. Misal, kita menyukai lagu The Beatles. Maka Pandora akan melakukan streaming lagu-lagu yang mirip-mirip atau se-type dengan group The Beatles, misalnya: Oasis ; Tears for Fears ; U2 dst. Jadi dalam hal ini sistim Pandora berhasil menggabungkan Streaming dengan interaktifitas. Seandainya dari lagu yang di streaming oleh Pandora ternyata ada yang tidak kita (pendengar) sukai, maka kita cukup meng-klik tombol “dislike”, maka otomatis lagu-lagu sejenis yang tidak sukai tersebut akan di-block. Dengan demikian streaming lagu-lagu yang diberikan oleh Pandora sudah pasti hanya lagu-lagu yang disukai oleh setiap / masing-masing individu.
Catatan Penting tentang Radio Internet:
1. Perwujudan radio internet adalah sebuah Website yang menyalurkan rangkaian file. Isi layanan utama dari website tersebut adalah audio-file, sedangkan picture-file dan text-file adalah pendukung dan pelengkap.
2. Dalam website tersebut, harus dioptimalkan interaktifitas-nya.
3. Pendengar radio konvensional tidak tahu secara jelas apa yang bakal dia dengarkan (push medium), tetapi pendengar radio internet datang dengan kemauan yang sudah jelas. Mereka tahu apa yang mereka cari (pull medium).
4. Pola mendengar dan dorongan yang menjadi penyebab untuk mendengarkan radio, sangat berbeda, antara radio konvensionil dan radio internet.
5. Sebuah website yang memakai kata ”radio” dibelakangnya belum tentu sebuah radio konvensional yang disalurkan melalui internet. Sebab bisa saja itu memang sebuah ”radio station yang khusus” dibuat hanya untuk webcasting. Atau bisa juga itu sebuah website yang me”link” (menghubungkan) pendengar dengan seluruh website radio konvensionil yang ada di internet.
Naaah... mudah-mudahan penjelasan singkat ini cukup jelas, ya? (arm)
1 komentar:
Waah..berasa Kuliah Udara nih Pak Andy..Terimakasih..boleh di-Copy Paste materinya?
Posting Komentar