08 Oktober 2013

Pentingnya Artikulasi

oleh Andy Rustam

Ketika kita berhadapan dan bercakap-cakap dengan teman kita, kita bisa menangkap dengan jelas kata per kata apa yang diucapkannya. Kalaupun tidak jelas, kita masih bisa segera memintanya untuk mengulang kalimat atau kata2 yang baru saja dia ucapkan. Nah bayangkan bagaimana kalau kita mendengar sebuah pengumuman di lapangan sepak bola, dimana si penyiarnya tidak terdengar dengan jelas ketika mengucapkan kalimat-kalimatnya? Kita tidak bisa memintanya untuk mengulangi, bukan?

Jadi, kalau Anda itu seorang penyiar TV atau Radio, atau profesi apapun, dan harus menyampaikan informasi melalui mikrofon, dimana pemirsa / pendengarnya tidak bisa meminta Anda untuk mengulangi kata atau kalimat yang telah Anda sampaikan, itu berarti, Anda harus pastikan bahwa dalam ”sekali jalan”, ucapan kata-kata dan kalimat-kalimat yang akan Anda sampaikan harus akan cukup jelas tertangkap oleh mereka dan yang paling terpenting dapat dimengerti.

Salah satu hal yang terpenting yang harus Anda perhatikan adalah ”artikulasi (fonetik)” yaitu, gerakan koordinasi dan interaksi seluruh alat-alat bicara (mulut, bibir, lidah, gigi, dsb.) pada tubuh manusia untuk mengeluarkan kata-kata.

Kenapa ARTIKULASI Harus Baik?

Perlu diingat bahwa, gendang telinga manusia mampu menerima bunyi-bunyian dalam getaran range antara 20 – 20.000 Hertz. Sensitifitas inilah yang menjadi patokan bagi para pembuat mikrofon dalam menangkap suara yang dikeluarkan oleh seorang penyiar / penyanyi dan sejenisnya.
Namun jangan dilupakan,  gendang telinga manusia, langsung terhubungkan melalui syaraf dengan otak, yang akan mengolah getaran tadi menjadi bunyi-bunyian yang kita mengerti. Oleh karena itu, ketika kita bercakap-cakap berhadapan, kata-kata / kalimat akan terdengar lebih jernih, ketimbang kalau kita berbicara melalui suatu alat (misal: telpon). Suara yang dikeluarkan melalui suatu alat (mikrofon) mengalami ”hambatan / gangguan”, dan karenanya akan tereduksi dalam perjalanannya dari mikrofon, melalui kabel -> udara -> amplifier -> speaker -> ruangan dan terakhir sampai ke gendang telinga pendengar dan akhirnya sampai di otak untuk diolah dan diinterpretasikan.

Itulah sebabnya, seorang penyiar / penyanyi (atau profesi lain yang banyak menggunakan mikrofon) haruslah memiliki dan menggunakan teknik khusus untuk mengeluarkan suara, termasuk ”artikulasi” yang lebih / extra agar suaranya (perkataannya) dapat terdengar jelas sampai di telinga pendengar.
Sebagai pendengar radio atau penonton televisi, sering sekali kita tidak bisa menangkap dengan jelas apa kalimat-kalimat yang diucapkan oleh para penyiar, pembaca berita maupun para reporter, bukan? Itu diakibatkan karena cara mereka berbicara melalui mikrofon, tidak berbeda sama sekali dari cara mereka ketika berbicara atau bercakap-cakap apabila sedang bertemu langsung berhadapan dengan teman-temannya. Padahal seharusnya, seorang penyiar profesional harus selalu menyadari, ketika akan berbicara menggunakan mikrofon, cara berbicaranya harus menggunakan teknik, antara lain artikulasi extra, dan ini sangat berbeda caranya dibandingkan kalau kita berbicara (tanpa mikrofon) dengan teman-teman langsung di hadapan kita.

Test Artikulasi

Banyak sekali ketrampilan teknis yang harus dikuasai oleh seseorang yang profesinya terkait dengan berbicara melalui mikrofon. Tetapi dalam tulisan ini, kita bahas saja mengenai ”artikulasi”. Secara gampangnya, sebenarnya ini adalah teknik agar setiap huruf yang dikeluarkan oleh mulut kita, dapat terdengar jernih dan bisa ditangkap berbeda untuk masing-masing huruf.
Anda bisa melakukan test sendiri untuk mengetahui kualitas artikulasi anda. Cobalah ambil mikrofon. Berbicara di depan mikrofon, lalu rekam suara anda yang terdengar keluar dari speaker. Kemudian anda ucapkan kata: ”Malam” dan ”Malang”. Dengarkan kembali rekamannya dan perhatikan apakah bisa dibedakan antara bunyi ”m (pada huruf terakhir kata Malam)” dan bunyi ”ng (pada huruf terakhir kata Malang)”? Lanjutkan begitu pula dengan kata ”Fatwa” dan ”Satwa”. Apakah terdengar jelas perbedaannya antara huruf ”F (pada kata Fatwa)” dan huruf ”S (pada kata Satwa)”?

Kalau masih sulit dibedakan oleh telinga pendengar, maka artinya Anda sudah harus mulai memperbaiki artikulasi.

Tips Memperbaiki Artikulasi

Pertama. Untuk memperbaiki artikulasi, pertama-tama yang harus Anda miliki adalah membangun kesadaran dengan niat yang kuat untuk memperbaiki cara bicara. Niatkanlah bahwa Anda ingin berbicara dengan ucapan yang tertib dan rapih, tidak lagi asal ucap saja, serta tidak lagi berkata-kata dengan ceroboh.

Kedua. Selanjutnya, Anda harus membiasakan diri untuk membuka mulut, membunyikan setiap huruf dengan benar. Misal: Selamat Malam harus dibunyikan: ”Se-la-mat-Ma-lam”, dan bukannya: ”Samat Malm”.

Kalau Anda terbiasa berbicara dengan malas membuka mulut, sehingga gigi dan bibir hanya sedikit terbuka, itu sama saja seperti Anda berkata-kata dengan telapak tangan Anda menutupi mulut Anda. Pendengar akan mendengarnya seperti suara orang yang sedang bergumam.

Ketiga. Gerakan bibir anda jangan kaku, latih dan usahakan agar bibir anda flexible dan ikut bergerak ketika berbicara. Misal ketika Anda mengucapkan kata: ”Akuntabilitas”, maka bibir Anda harus jelas berubah bentuk dari bentuk ”terbuka” (ketika mengucapkan huruf A), lalu berubah menjadi bentuk ”muncung” (ketika mengucap huruf U) dan berubah lagi menjadi bentuk ”horizontal” (ketika mengucap huruf I).

Keempat. Usahakan agar Anda sadar akan gerakan lidah Anda (biasanya Anda tidak pernah memikirkannya sehingga lidah bergerak otomatis) ketika mengucapkan kata-kata. Sadari apakah lidah Anda sudah berada pada posisi yang benar ketika mengucapkan suatu huruf. Misal: Ketika mengucapkan huruf ”S”, lidah Anda harus berada dibelakang gigi anda yang sedang terkatup, dan bukannya ujung lidah anda diletakkan berada diantara deretan gigi atas dan gigi bawah. Pikiran Anda harus mampu mengendalikan posisi lidah agar selalu berada pada tempat yang benar.

Kelima. Latih dan latihlah mengucapkan setiap huruf dari alphabet dengan benar. Karena otot-otot alat bicara Anda (mulut, bibir, lidah, gigi dsb.) harus dilatih dan dibiasakan seperti layaknya Anda berolah-raga untuk melatih otot kaki. Ini untuk mencegah Anda salah ucap. Misal: ”Demonstrasi” sering salah ucap menjadi ”Demontrasi”, atau ”Negosiasi” diucapkan ”Negoisasi”.

Keenam, ketika sedang latihan mengucapkan huruf alphabet, perhatikan dimana yang paling lemah, lalu ulang-ulang terus bahagian yang lemah tersebut. Misal anda sulit mengucapkan huruf ”R”, latihlah secara khusus berulang-ulang pengucapan huruf ”R” yang benar.

Maksud dari latihan-latihan ini, agar membantu Anda memperoleh flexibilitas yang tinggi dari alat-alat bicara dalam tubuh Anda. Setiap kali harus berbicara, terutama di depan mikrofon, ingat, untuk selalu mengendalikan: mulut, bibir, lidah, dan gigi, agar pendengar dapat lebih mudah mengerti akan kalimat-kalimat yang Anda ucapkan. Selamat Berlatih! (arm)

Tidak ada komentar: