Oleh Andy Rustam
Judul diatas merupakan pertanyaan yang barangkali dianggap sebagai pertanyaan bodoh. Bukankah Ryan Seacrest itu pemandu acara (host) dari acara televisi paling populer di dunia "American Idol"? Maka karena sudah jelas jawabannya buat apa pertanyaan itu dilontarkan lagi?! Barangkali banyak yang belum tahu bahwa pekerjaan tetap harian Ryan Seacrest adalah penyiar radio KIIS-FM (bukan KISS-FM!), Los Angeles, CA, USA. Ini sudah menjadi pekerjaannya jauh sebelum ia memperoleh kontrak pekerjaan tambahan sebagai host acara American Idol. Selain itu ia juga host dari acara radio sindikasi dari ABC, yang kelahirannya dibidani oleh penyiar legendaris Casey Casem di tahun 1970, yaitu acara urutan tangga lagu pop mingguan "American Top 40". Masih ada lagi satu acara yang ditanganinya yaitu acara di saluran TV kabel "E entertainment" berjudul "E News" ditemani oleh seorang penyiar wanita Giuliana Depandi.
Perhatikan Cara Bicara Ryan
Sebenarnya saya tidak ingin mempersoalkan apakah Ryan seorang penyiar Radio atau penyiar TV, karena inti pembicaaan saya adalah "cara bicara" Ryan yang kebetulan bisa kita saksikan di layar TV. Cara berbicaranya sangat berbeda dengan para penyiar TV pada umumnya. Ryan Seacrest ketika berbicara melakukan gerakan mulut dan bibir yang sangat aktif. Ia membuka rahangnya lebar-lebar, menarik mulutnya ke samping, mengatupkan bibir rapat-rapat atau memonyongkannya ketika mengucapkan huruf "U". Ryan Seacrest seolah-olah tidak takut wajahnya jadi jelek di depan kamera televisi, ia berbicara dengan sangat "bebas". Hal yang sangat jarang kita lihat dilakukan oleh penyiar TV. Penyiar TV sering sekali kelihatan takut wajahnya terlihat jelek, sehingga cara berbicaranya seolah-olah tidak lepas, takut-takut dan terlalu diatur.
Penyiar TV yang saya maksudkan pada tulisan ini adalah penyiar-penyiar TV yang sejak awal bekerja sudah langsung menjadi penyiar TV. Faktanya, kebanyakan penyiar TV yang bagus seperti Larry King di CNN, awal karirnya adalah seorang penyiar radio di Miami, Florida, di tahun 60-an.
Teknik Bicara Ryan
Cara bicara yang aktif menggerakan mulut, rahang dan bibir yang dilakukan oleh Ryan, memastikan bahwa ia sejak awalnya adalah penyiar radio. Karena radio adalah media yang hanya mengandalkan "suara" yang dialirkan melalui "microphone" dan dipancarkan oleh gelombang elektromagnit dan sampai di telinga pendengar, maka "extra buka mulut" dalam berbicara merupakan teknik dasar yang harus selalu dilakukan agar huruf-huruf dan bunyi yang diucapkan si penyiar terdengar jernih dan mudah ditangkap di telinga pendengar.
Kalau seorang penyiar radio berbicara dengan cara buka mulut yang biasa-biasa seperti yang ia lakukan ketika berbicara berhadapan muka dengan seseorang, maka bunyi-bunyi dari mulut itu tak akan terdengar jelas di telinga pendengar karena ter-distorsi (terfilter) oleh microphone dan peralatan lainnya.
Apa Bedanya dengan Penyiar TV ?
Teknik broadcast-announcing sebenarnya sama saja baik untuk penyiar radio maupun penyiar TV, karena distorsi dari microphone dan peralatan lainnya juga terjadi di televisi. Oleh sebab itu seyogyanyalah penyiar TV juga menggunakan teknik bicara broadcast-announcing yang dipraktekan dengan jelas oleh Ryan Seacrest. Tetapi seperti yang sudah saya katakan tadi, kebanyakan penyiar TV takut wajahnya terlihat jelek di depan kamera. Makanya mereka tak seberani Ryan Seacrest (si penyiar radio) dalam membuka mulut. Lagi pula toch para pemirsa masih bisa "ikut membaca bibir si penyiar" melalui layar televisi, sehingga walaupun bunyi ucapan-ucapan terdistorsi, tetapi tetap dapat diikuti dan dimengerti oleh pemirsa. Inilah keuntungannya menjadi penyiar televisi, teknik vokal (announcing) tak perlu terlalu pintar-pintar amat asalkan wajah OK, tetap akan bisa terpakai. (arm)
Judul diatas merupakan pertanyaan yang barangkali dianggap sebagai pertanyaan bodoh. Bukankah Ryan Seacrest itu pemandu acara (host) dari acara televisi paling populer di dunia "American Idol"? Maka karena sudah jelas jawabannya buat apa pertanyaan itu dilontarkan lagi?! Barangkali banyak yang belum tahu bahwa pekerjaan tetap harian Ryan Seacrest adalah penyiar radio KIIS-FM (bukan KISS-FM!), Los Angeles, CA, USA. Ini sudah menjadi pekerjaannya jauh sebelum ia memperoleh kontrak pekerjaan tambahan sebagai host acara American Idol. Selain itu ia juga host dari acara radio sindikasi dari ABC, yang kelahirannya dibidani oleh penyiar legendaris Casey Casem di tahun 1970, yaitu acara urutan tangga lagu pop mingguan "American Top 40". Masih ada lagi satu acara yang ditanganinya yaitu acara di saluran TV kabel "E entertainment" berjudul "E News" ditemani oleh seorang penyiar wanita Giuliana Depandi.
Perhatikan Cara Bicara Ryan
Sebenarnya saya tidak ingin mempersoalkan apakah Ryan seorang penyiar Radio atau penyiar TV, karena inti pembicaaan saya adalah "cara bicara" Ryan yang kebetulan bisa kita saksikan di layar TV. Cara berbicaranya sangat berbeda dengan para penyiar TV pada umumnya. Ryan Seacrest ketika berbicara melakukan gerakan mulut dan bibir yang sangat aktif. Ia membuka rahangnya lebar-lebar, menarik mulutnya ke samping, mengatupkan bibir rapat-rapat atau memonyongkannya ketika mengucapkan huruf "U". Ryan Seacrest seolah-olah tidak takut wajahnya jadi jelek di depan kamera televisi, ia berbicara dengan sangat "bebas". Hal yang sangat jarang kita lihat dilakukan oleh penyiar TV. Penyiar TV sering sekali kelihatan takut wajahnya terlihat jelek, sehingga cara berbicaranya seolah-olah tidak lepas, takut-takut dan terlalu diatur.
Penyiar TV yang saya maksudkan pada tulisan ini adalah penyiar-penyiar TV yang sejak awal bekerja sudah langsung menjadi penyiar TV. Faktanya, kebanyakan penyiar TV yang bagus seperti Larry King di CNN, awal karirnya adalah seorang penyiar radio di Miami, Florida, di tahun 60-an.
Teknik Bicara Ryan
Cara bicara yang aktif menggerakan mulut, rahang dan bibir yang dilakukan oleh Ryan, memastikan bahwa ia sejak awalnya adalah penyiar radio. Karena radio adalah media yang hanya mengandalkan "suara" yang dialirkan melalui "microphone" dan dipancarkan oleh gelombang elektromagnit dan sampai di telinga pendengar, maka "extra buka mulut" dalam berbicara merupakan teknik dasar yang harus selalu dilakukan agar huruf-huruf dan bunyi yang diucapkan si penyiar terdengar jernih dan mudah ditangkap di telinga pendengar.
Kalau seorang penyiar radio berbicara dengan cara buka mulut yang biasa-biasa seperti yang ia lakukan ketika berbicara berhadapan muka dengan seseorang, maka bunyi-bunyi dari mulut itu tak akan terdengar jelas di telinga pendengar karena ter-distorsi (terfilter) oleh microphone dan peralatan lainnya.
Apa Bedanya dengan Penyiar TV ?
Teknik broadcast-announcing sebenarnya sama saja baik untuk penyiar radio maupun penyiar TV, karena distorsi dari microphone dan peralatan lainnya juga terjadi di televisi. Oleh sebab itu seyogyanyalah penyiar TV juga menggunakan teknik bicara broadcast-announcing yang dipraktekan dengan jelas oleh Ryan Seacrest. Tetapi seperti yang sudah saya katakan tadi, kebanyakan penyiar TV takut wajahnya terlihat jelek di depan kamera. Makanya mereka tak seberani Ryan Seacrest (si penyiar radio) dalam membuka mulut. Lagi pula toch para pemirsa masih bisa "ikut membaca bibir si penyiar" melalui layar televisi, sehingga walaupun bunyi ucapan-ucapan terdistorsi, tetapi tetap dapat diikuti dan dimengerti oleh pemirsa. Inilah keuntungannya menjadi penyiar televisi, teknik vokal (announcing) tak perlu terlalu pintar-pintar amat asalkan wajah OK, tetap akan bisa terpakai. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar