24 Agustus 2008

Siaran TV Kartun Tom & Jerry

oleh Andy Rustam

Belakangan ini banyak sekali suara-suara kegalauan dari tokoh-tokoh masyarakat terhadap siaran-siaran televisi di Indonesia yang banyak sekali menayangkan hal-hal yang dianggap telah keluar dari norma-norma/etika/nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat Indonesia, sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk pada perkembangan bangsa di masa depan. Tak kurang seorang yang berkecimpung di bidang pendidikan, Dr. Arief Rahman, sampai mengatakan bahwa tayangan film kartun Tom & Jerry dapat berdampak buruk pada pertumbuhan jiwa anak. Suara-suara kegalauan ini sebenarnya berangkat dari asumsi bahwa seolah media televisi adalah "dewa" yang sangat menentukan. Padahal dalam kenyataannya pengaruh media televisi tidaklah sekuat seperti yang dibayangkan.

TVRI dan TV Swasta di Era Suharto

Masih segar dalam ingatan kita, bahwa selama rezim Suharto berkuasa, selama lebih dari 30 tahun, TVRI (yang lahir ditahun 1962) tak pernah berhenti menyiarkan tayangan propaganda pembangunan kepada masyarakat yang menggambarkan bahwa Suharto adalah orang yang hebat, raja adil bijaksana, bekerja untuk rakyat, yang berhasil membawa rakyat kepada kesejahteraan. Ketika TV swasta RCTI lahir (yang notabene milik keluarganya juga) di tahun 1988, pesan sponsor ini semakin diperkuat. Seluruh TV Swasta hanya boleh me-relay siaran berita dari TVRI, dan dilarang menyiarkan berita sendiri. Namun apa yang terjadi? Ternyata semua tayangan siaran stasiun TV (bahkan juga seluruh media yang hidup di era itu harus menjadi alat propaganda orde baru) itu tak berhasil mempengaruhi rakyat. Tetap saja di tahun 1998 rakyat berpendapat bahwa Suharto adalah pemimpin yang buruk, yang tak becus, dan represif dalam memimpin bangsa, sehingga rakyat bangkir, berteriak-teriak, dan berdemonstrasi menuntut Suharto mundur dari "tahta"-nya.

Kartun "Tom & Jerry" dan Film Boneka "Si Unyil"

Film kartun Tom & Jerry telah lahir sejak tahun 1940, dan sudah mulai masuk media televisi di Amerika Serikat (kartun versi pendek) sejak tahun 1965. Kartun ini berhasil memperoleh penghargaan piala Oscar sebanyak 7 kali! Siaran televisi di Amerika Serikat sudah menayangkan Tom & Jerry selama 40 tahun lebih. Kalaulah sinyalemen Dr. Arif Rahman benar (bahwa siaran TV dengan film kartun Tom & Jerry akan membawa dampak buruk bagi pertumbuhan jiwa dan pendidikan anak) maka sudah barang tentu bangsa Amerika sudah lama menjadi bangsa yang terpuruk. Bukankah para pemimpin bangsa dan masyarakatnya dibesarkan oleh tayangan kartun Tom & Jerry selama 40 tahun terakhir???

Kenyataannya, malah negara kita, yang pemimpin-pemimpinnya tidak dibesarkan oleh tayangan kartun Tom & Jerry, melainkan oleh Si Unyil (tayangan acara anak-anak dari TVRI), sekarang justru yang menjadikan negara ini sebagai salah satu negara urutan ke 5 paling korup di dunia (menurut Wakil Ketua KPK Dr. Sjahruddin Rasul, SH dikutip oleh Antara, 22 Mei 2007).

Padahal kita tahu bahwa si Unyil adalah tayangan populer anak-anak pada jamannya yang isinya selalu berupa "pesan sponsor" tentang kebaikan dan moralitas. Jadi sungguh naif-lah pandangan yang mengatakan bahwa tayangan televisi mempunyai pengaruh besar terhadap penontonnya.

Pengaruh Media Massa terhadap Seseorang

Uraian kedua contoh diatas merupakan bukti yang bisa diamati oleh semua orang. Ini sejalan dengan kesimpulan para peneliti dan profesor dalam Ilmu Komunikasi antara lain Arthur R. Cohen dalam bukunya "Attitude Change and Social Influence", Basic Book New York, 1964) sebagai berikut, "...bahwa televisi, koran, radio, liflet dan media lainnya hanya mempunyai pengaruh yang sangat kecil pada pemungutan suara dalam pemilu (election). Pengaruh yang besar justru datang dari teman, keluarga, dan kontak komunitas". Pendapat ini juga didukung oleh peneliti lain seperti Min Chen (1971) dan Stuart Oskamp (1977). Bahkan James Lull (1982) telah melakukan penelitian khusus terhadap dampak sosial dari siaran televisi (buku "The Social Uses of Television"), membuktikan bahwa siaran televisi tidak berpengaruh sama sekali atas pendapat seseorang apabila seseorang tersebut juga menerima informasi dari sumber lain yang lebih dipercayainya.

Kesimpulan

Tak dapat dipungkiri media televisi adalah media yang memiliki daya tarik yang besar, karena secara teknis pesan yang disiarkannya dapat langsung menstimulasi dua indera dari pancaindera manusia, yaitu dengar-pandang. Oleh karena itulah apa saja yang disiarkan televisi dapat langsung cepat spontan dikomentari oleh khalayak yang sama-sama melihat tayangan tersebut. Tetapi tetap perlu disadari tentang "sangkaan" bahwa siaran televisi sendiri bagaikan tongkat ajaib yang bisa merubah seseorang, adalah sebuah pendapat yang perlu dikoreksi.

Tentunya para peniliti komunikasi & sosialpun tidak mengatakan bahwa, "...kalau begitu silahkan menyiarkan apapun semaunya saja di televisi karena toch tak ada pengaruhnya". Bukanlah begitu maksudnya. Karena pengaruh sebuah pesan/informasi/tayangan yang disiarkan terhadap seseorang, walau sekecil apapun, sudah pasti ada. Maka menyiarkan hal yang baik (nilai-nilai universal) sesuai dengan etika/norma yang berlaku tentulah merupakan suatu kewajiban moral dan merupakan sebuah tanggung jawab sosial bagi para broadcasters.

Yang perlu diingat, disamping itu, bagi kita (termasuk orang-tua, guru, kepala keluarga, tokoh masyarakat) membangun komunikasi antar individu dengan pesan-pesan moral yang sama kepada anak-anak, keluarga, dan lingkungan sosial adalah jauh lebih penting lagi untuk selalu dilakukan. Sebab komunikasi antar individu, jauh lebih besar pengaruhnya pada diri (jiwa) seseorang ketimbang komunikasi media massa.

Sayangnya pak Arif Rahman adalah orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan saja. Jadi maklumlah kalau sisi pandang dalam melihat film kartun Tom & Jerry bukannya dari sisi pandang Ilmu Komunikasi atau khususnya komunikasi Media Televisi. Sebagaimana wajarnya orang awam yang dua indera dari pancaideranya terstimulasi oleh siaran televisi, maka Pak Arief pun jadi cepat berkomentar spontan tanpa berpikir berdasarkan tuntunan ilmu. (arm)

Tidak ada komentar: