oleh Andy Rustam
Tidak tahu apakah hanya karena saya belum pernah mendengar, tetapi menurut saya para calon presiden di negara kita sekarang ini (Megawati, Prabowo, Wiranto, Sultan HB X, dsb.) memang belum pernah terdengar melakukan kampanye promosi politiknya melalui siaran radio. Semua calon presiden kita itu barangkali menganggap hanya media televisi dan media cetak saja yang penting, atau poster/outdoor ad masih terlihat dipakai juga, sedangkan media radio...???
Memang begitu nasib media radio di Indonesia yang cuma dipandang sebelah mata oleh sebahagian masyarakatnya sendiri. Jadi tidak heran kalau porsi iklan bagi media radio yang pada tahun 2000 masih 3,6%, tapi di tahun 2007 sudah tinggal 1,4%. Sedihnya lagi, proyeksi tahun 2008 oleh P3I dan Nielsen, yang dimuat di media-scene 2007/2008, porsi iklan bagi media radio menjadi hanya 1,3%.
Obama di Radio
Di koran-koran ramai ditulis bahwa Obama sukses sekali berkampanye dan mengumpulkan dana melalui internet, suatu hal yang tidak atau terlambat dilakukan oleh calon presiden Amerika Serikat lainnya. Dengan begitu maka saya pun berasumsi bahwa selain media mutakhir internet, pasti kebanyakan kita di Indonesia menganggap bahwa kemenangan Obama dalam pemilu presiden Amerika Serikat diraih melalui kampanye promosi di TV, media cetak, poster, dan outdoor ad saja tetapi tidak melalui radio. Kalau memang begitu anggapan Anda, maka Anda salah besar!!
Di Amerika Serikat, menurut The New York Times tanggal 14 Februari 2007, penetrasi media radio hampir mencapai 90%. Artinya, 90% dari populasi AS mendengar radio setiap hari. Ini mengatasi televisi yang penetrasinya hanya 86% dan internet yang hanya 70% (ini pun hanya utk usia 15 - 35 th.) Itu sebabnya tim kampanye Obama menganggap media radio sangat penting. Terutama untuk memenangkan suara lokal di setiap negara bagian dan kota-kota yang tersebar disana.
Ini sudah dilakukan Barack Obama sejak awal, terutama ketika itu Hillary Clinton masih lebih populer. Obama memasuki wilayah Hillary melalui iklan di radio. Sejarah membuktikan bahwa akhirnya suara Hillary tersusul dan akhirnya kalah dari Obama. Berikut ini kutipan dari The New York Times tanggal 18 Maret 2008:
March 18, 2008, 5:21 pm
Obama's New Radio Ads
By Katharine Q. Seelye
PHILADELPHIA - Senator Hillary Clinton may be ahead in the polls here in Pennsylvania, but Senator Barack Obama is the first one up on the air, with two radio spots starting today. They are the first ads in advance of the state's primary, April 22. etc
Terjemahan:
18 Maret, 2008, 5:21 pm
Iklan Radio Terbaru Obama
oleh Katharine Q. Seelye
PHILADELPHIA - Senator Hillary Clinton boleh saja lebih unggul dalam polling di Pennsylvania, tetapi Senator Barack Obama adalah orang pertama yang mengudara dengan dua spot (iklan) radio mulai hari ini. Iklan ini adalah iklan pertama mendahului (kampanye pemilu) Negara Bagian yang baru akan dilaksanakan tanggal 22 April. dst.
Selengkapnya bisa dilihat di http://thecaucus.blogs.nytimes.com/2008/03/18/obamas-new-radio-ads/
Calon Senat dibantu Obama via iklan Radio
Pada tgl 1 November 2008, sebelum berpidato di Nevada, Colorado, dan Missouri, Senator Barack Obama memberikan pidato radio final-nya melalui Acara Radio Mingguan Partai Demokrat. Ini membuktikan bahwa tim kampanye Obama sadar bahwa media radio di AS adalah media yang sangat penting.
Pemilu AS kali ini juga mengukir prestasi hebat bagi Demokrat karena berhasil merebut kursi mayoritas di wilayah-wilayah yang secara tradisional menjadi milik Republik. Koran-koran di Indonesia tidak mengangkat rahasia kemenangan para caleg Demokrat di negara-negara bagian. Ternyata Obama menyebar suaranya ke setiap daerah yang menyerukan agar rakyat setempat memilih Caleg tertentu, dan suara ini disiarkan dalam iklan radio bagi si caleg di wilayah masing-masing.
Berikut sepotong kutipan dari newsday.com:
Obama Cuts in Radio Spot for Himes
October 30, 2008
HARTFORD, Conn. - Democratic presidential candidate Barack Obama has recorded a radio advertisement endorsing Jim Himes, the Democrat running in Connecticut's 4th Congressional District.
Himes' campaign said it received the 30-second spot late Thursday afternoon.
In the ad, Obama tells voters that if they want to change the way Washington does business, they need to elect Himes. Obama describes the candidate as the son of "a hardworking single mom" who "left a successful career in business to build environmentally friendly affordable housing."
"He's someone who will expand opportunity for all Connecticut families," Obama states. Himes' campaign said it hoped to have the add running on radio stations in southwest Connecticut and New York City Thursday night or Friday morning. They plan to keep running the spot until Election Day.
Terjemahan:
Potongan (Suara) Obama dalam Spot (Iklan) Radio (Caleg) Himes
30 Oktober, 2008
HARTFORD, Conn. - Kandidat Presiden dari Demokrat Barack Obama telah merekam (suara) untuk sebuah iklan radio yang mendukung (caleg) Jim Jimes dari Demokrat menjadi anggota kongres yang keempat bagi distrik Connecticut. Juru kampanye Himes mengatakan menerima spot 30 detik itu pada Kamis sore. Dalam iklan radio itu Obama berkata kepada pemilih bahwa kalau mereka ingin agar Washington (pemerintah pusat) merubah caranya dalam mengelola negara, maka mereka harus memilih Jim Himes. dst.
Selengkapnya bisa dilihat di http://www.newsday.com/news/local/wire/connecticut/ny-bc-ct--himes-obama1030oct30,0,2255919.story
Begitulah rahasia tim Obama memenangkan caleg-calegnya di daerah-daerah. Lagi-lagi mereka sadar betul kekuatan media radio, terutama untuk meraih suara lokal. Sekarang coba kita menengok ke negara kita sendiri, tentulah kepercayaan sebesar itu masih belum dapat diberikan oleh masyarakat kepada media radio. Sebagai orang radio kita masih bisa tersenyum, karena sebenarnya kalau dikelola dengan baik, media radio bisa seperti di AS. Untuk bisa membangun kepercayaan masyarakat Indonesia kepada media radio, rasanya sih bukan tanggung jawab pemerintah dan biro iklan, melainkan tanggung-jawab para Radio Broadcasters sendiri. (arm)
Tidak tahu apakah hanya karena saya belum pernah mendengar, tetapi menurut saya para calon presiden di negara kita sekarang ini (Megawati, Prabowo, Wiranto, Sultan HB X, dsb.) memang belum pernah terdengar melakukan kampanye promosi politiknya melalui siaran radio. Semua calon presiden kita itu barangkali menganggap hanya media televisi dan media cetak saja yang penting, atau poster/outdoor ad masih terlihat dipakai juga, sedangkan media radio...???
Memang begitu nasib media radio di Indonesia yang cuma dipandang sebelah mata oleh sebahagian masyarakatnya sendiri. Jadi tidak heran kalau porsi iklan bagi media radio yang pada tahun 2000 masih 3,6%, tapi di tahun 2007 sudah tinggal 1,4%. Sedihnya lagi, proyeksi tahun 2008 oleh P3I dan Nielsen, yang dimuat di media-scene 2007/2008, porsi iklan bagi media radio menjadi hanya 1,3%.
Obama di Radio
Di koran-koran ramai ditulis bahwa Obama sukses sekali berkampanye dan mengumpulkan dana melalui internet, suatu hal yang tidak atau terlambat dilakukan oleh calon presiden Amerika Serikat lainnya. Dengan begitu maka saya pun berasumsi bahwa selain media mutakhir internet, pasti kebanyakan kita di Indonesia menganggap bahwa kemenangan Obama dalam pemilu presiden Amerika Serikat diraih melalui kampanye promosi di TV, media cetak, poster, dan outdoor ad saja tetapi tidak melalui radio. Kalau memang begitu anggapan Anda, maka Anda salah besar!!
Di Amerika Serikat, menurut The New York Times tanggal 14 Februari 2007, penetrasi media radio hampir mencapai 90%. Artinya, 90% dari populasi AS mendengar radio setiap hari. Ini mengatasi televisi yang penetrasinya hanya 86% dan internet yang hanya 70% (ini pun hanya utk usia 15 - 35 th.) Itu sebabnya tim kampanye Obama menganggap media radio sangat penting. Terutama untuk memenangkan suara lokal di setiap negara bagian dan kota-kota yang tersebar disana.
Ini sudah dilakukan Barack Obama sejak awal, terutama ketika itu Hillary Clinton masih lebih populer. Obama memasuki wilayah Hillary melalui iklan di radio. Sejarah membuktikan bahwa akhirnya suara Hillary tersusul dan akhirnya kalah dari Obama. Berikut ini kutipan dari The New York Times tanggal 18 Maret 2008:
March 18, 2008, 5:21 pm
Obama's New Radio Ads
By Katharine Q. Seelye
PHILADELPHIA - Senator Hillary Clinton may be ahead in the polls here in Pennsylvania, but Senator Barack Obama is the first one up on the air, with two radio spots starting today. They are the first ads in advance of the state's primary, April 22. etc
Terjemahan:
18 Maret, 2008, 5:21 pm
Iklan Radio Terbaru Obama
oleh Katharine Q. Seelye
PHILADELPHIA - Senator Hillary Clinton boleh saja lebih unggul dalam polling di Pennsylvania, tetapi Senator Barack Obama adalah orang pertama yang mengudara dengan dua spot (iklan) radio mulai hari ini. Iklan ini adalah iklan pertama mendahului (kampanye pemilu) Negara Bagian yang baru akan dilaksanakan tanggal 22 April. dst.
Selengkapnya bisa dilihat di http://thecaucus.blogs.nytimes.com/2008/03/18/obamas-new-radio-ads/
Calon Senat dibantu Obama via iklan Radio
Pada tgl 1 November 2008, sebelum berpidato di Nevada, Colorado, dan Missouri, Senator Barack Obama memberikan pidato radio final-nya melalui Acara Radio Mingguan Partai Demokrat. Ini membuktikan bahwa tim kampanye Obama sadar bahwa media radio di AS adalah media yang sangat penting.
Pemilu AS kali ini juga mengukir prestasi hebat bagi Demokrat karena berhasil merebut kursi mayoritas di wilayah-wilayah yang secara tradisional menjadi milik Republik. Koran-koran di Indonesia tidak mengangkat rahasia kemenangan para caleg Demokrat di negara-negara bagian. Ternyata Obama menyebar suaranya ke setiap daerah yang menyerukan agar rakyat setempat memilih Caleg tertentu, dan suara ini disiarkan dalam iklan radio bagi si caleg di wilayah masing-masing.
Berikut sepotong kutipan dari newsday.com:
Obama Cuts in Radio Spot for Himes
October 30, 2008
HARTFORD, Conn. - Democratic presidential candidate Barack Obama has recorded a radio advertisement endorsing Jim Himes, the Democrat running in Connecticut's 4th Congressional District.
Himes' campaign said it received the 30-second spot late Thursday afternoon.
In the ad, Obama tells voters that if they want to change the way Washington does business, they need to elect Himes. Obama describes the candidate as the son of "a hardworking single mom" who "left a successful career in business to build environmentally friendly affordable housing."
"He's someone who will expand opportunity for all Connecticut families," Obama states. Himes' campaign said it hoped to have the add running on radio stations in southwest Connecticut and New York City Thursday night or Friday morning. They plan to keep running the spot until Election Day.
Terjemahan:
Potongan (Suara) Obama dalam Spot (Iklan) Radio (Caleg) Himes
30 Oktober, 2008
HARTFORD, Conn. - Kandidat Presiden dari Demokrat Barack Obama telah merekam (suara) untuk sebuah iklan radio yang mendukung (caleg) Jim Jimes dari Demokrat menjadi anggota kongres yang keempat bagi distrik Connecticut. Juru kampanye Himes mengatakan menerima spot 30 detik itu pada Kamis sore. Dalam iklan radio itu Obama berkata kepada pemilih bahwa kalau mereka ingin agar Washington (pemerintah pusat) merubah caranya dalam mengelola negara, maka mereka harus memilih Jim Himes. dst.
Selengkapnya bisa dilihat di http://www.newsday.com/news/local/wire/connecticut/ny-bc-ct--himes-obama1030oct30,0,2255919.story
Begitulah rahasia tim Obama memenangkan caleg-calegnya di daerah-daerah. Lagi-lagi mereka sadar betul kekuatan media radio, terutama untuk meraih suara lokal. Sekarang coba kita menengok ke negara kita sendiri, tentulah kepercayaan sebesar itu masih belum dapat diberikan oleh masyarakat kepada media radio. Sebagai orang radio kita masih bisa tersenyum, karena sebenarnya kalau dikelola dengan baik, media radio bisa seperti di AS. Untuk bisa membangun kepercayaan masyarakat Indonesia kepada media radio, rasanya sih bukan tanggung jawab pemerintah dan biro iklan, melainkan tanggung-jawab para Radio Broadcasters sendiri. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar