18 Januari 2010

Tongkat Sakti Pamungkas

oleh Andy Rustam

Konglomerasi di bidang media massa bukanlah hal yang aneh. Itu terjadi di seluruh dunia, Amerika, Rusia, Eropa, India, China, Jepang, Australia dan tentu saja di Indonesia. Memiliki berbagai media massa dalam satu genggaman ibarat memegang “Jimat Bertuah” bagi kekuasaan yang sangat besar dan tentu saja pintu bagi kekayaan yang berlimpah. Siapapun yang memilikinya akan memiliki pengaruh untuk menghitam-putihkan pikiran masyarakat. Seorang perampok yang membuat masyarakat susah, bisa diubah menjadi seorang pahlawan, sampai-sampai masyarakat yang dirampoknya sendiri pun akan menganggap sang perampok itu malah sebagai seorang pahlawan.

Inilah ampuhnya jimat-bertuah yang bernama media massa, terlebih lagi televisi sebagai media massa yang memiliki kekuatan Audio-Visual. Tentulah berbahaya sekali bagi ketentraman dan kesejahteraan rakyat, kalau Jimat Bertuah ini sampai jatuh ke tangan orang-orang yang nggak bener.

Para Jin Sakti

Sayangnya, peraturan-peraturan oleh negara yang dicoba dibuat untuk mencegah hal ini terjadi, terbukti selalu bisa disiasati. Karena mereka-mereka yang ingin menguasai jimat-bertuah ini bukanlah orang-orang biasa/rakyat jelata. Mereka pun orang-orang yang sudah sakti pula. Mereka adalah orang-orang kaya pemilik modal, pemilik akses kepada pusat-pusat kekuasaan negara dan mereka memiliki sederet ahli hukum yang mampu mencari celah hukum agar konglomerasi media-massa, agar izin televisi dan radio dapat jatuh ketangannya.

Hal yang sama terjadi di negara-negara lain. Di belakang stasiun televisi, radio, surat-kabar, majalah, penerbitan buku, portal internet dan lain-lain, duduklah seorang atau sekelompok jin-raksasa yang siap mengendalikan otak masyarakat sesuai keinginannya. Mereka itu bisa saja para Ketua Partai, Pimpinan Group Bisnis, Boss Mafia, Pimpinan Kelompok Keagamaan, Pimpinan Pemerintahan dlsb. Tentu saja mereka itu sudah pasti akan mendahulukan kepentingan dirinya atau kelompoknya daripada kepentingan rakyat/masyarakat dan bangsa.

Para profesional dengan keahlian yang tinggi dibidangnya masing-masing, seperti para wartawan, para manajer, para penulis dan para pekerja media-massa lainya menerima bayaran yang mahal untuk melaksanakan maunya para pemilik Jimat-Bertuah. Jangan coba-coba Anda menentang kemauan mereka, karena hanya dalam hitungan detik, “abracadabra”, kesaktian mereka akan bisa merubah Anda dari seorang wartawan yang biasa makan enak di hotel-hotel berbintang sambil ber-Blackberry, menjadi gelandangan yang hanya bisa makan nasi kucing sambil menghisap rokok pemberian teman.

Dongeng Sihir & Jaman Modern

Dalam cerita-cerita jaman dahulu kala atau bahkan disinggung juga pada kisah-kisah di dalam kitab suci, adanya kekuatan sihir yang diperbuat oleh para tukang sihir, yang sebenarnya dikendalikan oleh kekuatan tersembunyi dari setan dan jin yang kalau di Mesir dalam wujud Firaun. Kekuatan sihir ini bisa mempengaruhi masyarakat, menyilaukan mata kita sampai-sampai kita tak bisa mengetahui yang sebenarnya kecuali mempercayai saja apa-apa yang dipertunjukkan oleh sihir.

Mengapa sampai kisah-kisah seperti ini dimuat dalam kitab suci? Sudah barang tentu karena hal seperti ini pasti akan terus terjadi sampai di jaman modern dan bahkan sampai kiamat nanti, dimana kita harus selalu waspada. Mungkin di jaman modern sekarang ini, apa yang dikatakan tersebut merupakan sinyalemen terhadap keadaan sekarang.

Stasiun TV dengan acara-acara yang mampu menyihir pemirsa, mempengaruhi pemirsa, membuat mereka tertawa, menangis dan marah, tanpa menyadari kenyataan yang sebenarnya. Penyiaran acara oleh Stasiun TV ini melalui gelombang electro-magnetic, ibarat energy tenaga sihir yang dipancarkan dari para penyihir dalam cerita-cerita kuno. Isi dari gelombang sihir ini adalah suara & gambar yang ditangani oleh para tenaga ahli manipulasi gambar, suara dan narasi, yang meramu kesemuanya itu menjadi suatu pesan tertentu. Persis seperti para tukang sihir yang dengan keahlian mantra dan ramuan-ramuannya mengirimkan pesan sihir tak kentara agar si sasaran melaksanakan sesuatu sesuai keiinginannya.

Para tukang sihir profesional ini, hanyalah orang bayaran. Siapa yang membayar mereka? Tentu saja, ada seorang atau kelompok Pebisnis ataupun Politisi ataupun Kedua-duanya yang membayar para profesional agar mengirimkan pesan sihir sesuai keinginan mereka. Mereka ini ibarat sekelompok Jin/Setan jahat atau seorang Firaun yang sesungguhnya mengendalikan dan secara tak kentara berada dibalik semua itu. Merekalah sebenarnya yang mempunyai tujuan tertentu. Apalagi tentu saja semua itu kalau bukan Kekuasaan & Uang.

Tongkat Pamungkas Sakti

Namun di akhir cerita, bagaimanapun jagonya para tukang sihir dan para jin pengendali beserta Firaun bermain, sihir mereka toch bisa dikalahkan dan dimatikan oleh “Tongkat Sakti Pamungkas” dari seorang manusia yang dikirimkan oleh Sang Maha Perkasa.

Kalau media yang dipakai untuk menyihir kita adalah televisi. Maka kita semua para penonton TV memiliki “Tongkat Sakti Pamungkas” untuk mengalahkan dan mematikan semua sihir tersebut, yaitu Hati Nurani & Kemauan. Caranya cukup pencet tombol merah bertuliskan “off” pada benda berbentuk tongkat pendek yang kita kenal dengan “remote-control”. Maka matilah semua sihir-sihir tersebut, dan kita langsung bisa kembali melihat realita/kehidupan-nyata dengan menggunakan hati nurani yang bersih dan akal pikiran jernih, yang telah diberikan oleh Sang Maha Perkasa. Amiin. (arm)

Tidak ada komentar: